Yayasan Kolase gelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026
Pontianak,Spektroom — Yayasan Kolase bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan komunitas lingkungan menggelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026 menandai peringatan Hari Mangrove Internasional, sebagai upaya mendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih konstruktif dalam mengangkat isu lingkungan, khususnya ekosistem mangrove di Kalimantan Barat.

Program digelar dalam rangka Hari Mangrove Internasional setiap tanggal (26 juli) itu menyasar jurnalis, kreator konten, dan mahasiswa agar mampu mengemas data ilmiah serta fakta lapangan menjadi narasi yang menarik dan berdampak melalui pendekatan jurnalisme berbasis solusi.
Direktur Yayasan Kolase, Andi Fahrizal, mengatakan isu mangrove selama ini kerap diberitakan dari sudut pandang kerusakan dan ancaman lingkungan.
Padahal, menurutnya, terdapat banyak praktik baik dan upaya pelestarian yang juga perlu mendapat perhatian publik.
“Melalui kegiatan ini, peserta diajak masuk ke jantung ekosistem pesisir sekaligus mempertajam kepekaan dan keterampilan dalam mengemas data ilmiah serta realitas lapangan menjadi narasi jurnalistik yang memikat, hidup, dan menggerakkan,” kata Andi di Pontianak, Senin (27/07/2026).
Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk membangun kesadaran publik bahwa mangrove tidak hanya menghadapi ancaman, tetapi juga menyimpan potensi besar bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut Andi, hutan mangrove di pesisir Kalimantan Barat merupakan benteng ekologis yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna.
Namun, kondisi di sejumlah kawasan pesisir, termasuk Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, masih belum banyak terekspos secara utuh.
Pemberitaan yang dominan berfokus pada kerusakan dinilai membuat berbagai upaya pemulihan dan praktik pengelolaan berkelanjutan kurang mendapat ruang.
Kegiatan Klinik Jurnalistik KJC 2026 di gelar di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak, diikuti 40 peserta terdiri dari jurnalis, kreator konten, serta mahasiswa.
Untuk kegiatan KJC diikuti
16 jurnalis dan 3 kreator konten
selama 4 hari ( 23-26 Juli 2026) di lokasi Hutan mangrove desa Medan Mas Padang Tikar Kubu Raya.
“Kami ingin memperkenalkan jurnalisme berbasis solusi dalam peliputan isu lingkungan sekaligus membangun jejaring antara praktisi media, aktivis lingkungan, dan akademisi,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan fasilitator dari The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Kalimantan Barat, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalbar, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap lahir lebih banyak karya jurnalistik yang tidak hanya mengungkap persoalan kerusakan mangrove, tetapi juga menawarkan perspektif solusi dan praktik baik yang dapat menginspirasi upaya pelestarian pesisir di Kalimantan Barat.