YJI Jateng Dorong Seluruh Kabupaten/Kota Kembangkan Klub Jantung Sehat
Semarang-Spektroom : Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh kabupaten/kota memiliki dan mengembangkan Klub Jantung Sehat (KJS). Keberadaan klub dinilai penting untuk membangun kebiasaan hidup aktif sekaligus mendorong pencegahan penyakit jantung sejak dini.
Ketua YJI Cabang Jawa Tengah, dr. Dyah Anggraeni, M.Kes., Sp.PK, Kamis, (20/8/2026) di Semarang mengatakan KJS menjadi salah satu sarana untuk memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan jantung di masyarakat. Selain aktivitas olahraga, anggota klub juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat.
“Kesehatan jantung harus dibangun sejak dini melalui kebiasaan hidup sehat. Kami ingin mengajak masyarakat dari berbagai generasi untuk bergerak bersama, menjaga pola hidup, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Kabid Preventif YJI Jawa Tengah, Sugeng Purwoko, menyebut saat ini KJS telah tersebar di 22 kabupaten/kota. Jumlahnya mencapai 81 klub dengan 423 pelatih dan 13.542 anggota.
Dari jumlah tersebut, anggota perempuan mendominasi dengan 12.690 orang, sementara anggota laki-laki tercatat 852 orang. YJI juga mencatat terdapat 14 KJS di lingkungan perusahaan dengan 36 pelatih dan sekitar 1.800 anggota.
Menurut Dyah, perluasan KJS diperlukan agar gerakan hidup sehat tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Kabupaten/kota yang belum memiliki klub diharapkan segera membentuknya, sedangkan klub yang sudah berjalan terus diperkuat.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi sarana penerapan Panca Usaha Jantung Sehat yang dirangkum dalam akronim SEHAT, yakni Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah, serta Teratur berolahraga.
Penguatan kampanye kesehatan jantung juga dilakukan melalui kegiatan “SEHAT untuk Semua Generasi” yang akan digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut antara lain Senam Jantung Sehat Bersama yang ditargetkan diikuti sekitar 2.000 peserta, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan dokter spesialis, serta layanan kesehatan bergerak.
“Jantung sehat adalah tanggung jawab kita bersama. Harapannya, masyarakat tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan,” kata Dyah.