121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan
Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan.
Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Pendidikan ditutup di Lapangan Sapta Marga Rindam XII/Tanjungpura, Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2026).
Upacara penutupan dipimpin Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., mewakili Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Selama delapan minggu, sejak 17 Juni hingga 11 Agustus 2026, para prajurit ditempa dengan kemampuan dasar keprajuritan, taktik dan teknik bertempur. Pendidikan juga diarahkan membentuk prajurit dengan karakter tanggap, tanggon, dan trengginas.
Kini, tantangan mereka berubah. Jika selama pendidikan mereka diuji oleh instruktur, di satuan masing-masing mereka akan berhadapan langsung dengan persoalan dan dinamika tugas yang sesungguhnya.
Dalam amanat Pangdam XII/Tpr yang dibacakannya, Bambang menempatkan Bintara sebagai salah satu unsur penting dalam keberhasilan sebuah satuan.
Bintara, kata dia, bukan sekadar jenjang kepangkatan. Mereka adalah tulang punggung sekaligus motor penggerak satuan.
“Bintara adalah tulang punggung sekaligus motor penggerak satuan. Kalian harus mampu menjadi penghubung yang baik antara pimpinan dan bawahan, serta adaptif terhadap dinamika situasi di lapangan,” kata Bambang.
Posisi tersebut membuat Bintara dituntut memiliki kemampuan lebih dari sekadar kecakapan teknis. Mereka harus mampu menerjemahkan perintah pimpinan, membina anggota, mengambil sikap di lapangan, sekaligus menjadi contoh dalam disiplin dan pelaksanaan tugas.
Karena itu, Bambang mengingatkan bahwa penutupan pendidikan bukan garis akhir. Justru sebaliknya, hari itu menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Para Bintara muda diminta terus belajar dan berlatih. Pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh selama pendidikan harus dibuktikan dalam pelaksanaan tugas secara profesional, disiplin dan bertanggung jawab.
Pesan lain yang ditekankan adalah menjaga jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.
Jati diri itu, menurut Pangdam, tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan tindakan setiap prajurit ketika menjalankan tugas serta berinteraksi dengan masyarakat.
Dengan berakhirnya pendidikan, 121 prajurit tersebut selanjutnya akan melanjutkan pengabdian di satuan masing-masing.
Pangkat Serda yang kini melekat bukan hanya simbol keberhasilan melewati pendidikan. Di baliknya terdapat tuntutan untuk menjadi pemimpin lapangan yang mampu menjaga disiplin, loyalitas dan profesionalisme, sekaligus menjawab kebutuhan satuan di tengah perubahan situasi.
Mereka telah lulus dari pendidikan. Kini, medan pengabdian yang akan menentukan kualitas mereka sebagai Bintara.