Tiga Rumah Dilalap Api di Jeneponto, Babinsa dan Warga Berjibaku Cegah Kobaran Meluas

Tiga Rumah Dilalap Api di Jeneponto, Babinsa dan Warga Berjibaku Cegah Kobaran Meluas
Foto ; Babinsa bantu warga atasi kebakaran ( Pen Dim 1425/Jeneponto )

Jeneponto —Spektroom : Kebakaran menghanguskan tiga rumah warga di Dusun Bontomanai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2026). Kobaran api juga menghanguskan dua sepeda motor dan satu unit traktor. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Di tengah kepanikan warga, Sertu Abdullah, Babinsa Koramil 01/Binamu Kodim 1425/Jeneponto, bergerak cepat ke lokasi. Bersama masyarakat, ia berupaya memadamkan api sekaligus menahan kobaran agar tidak merambat ke bangunan lain.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.30 Wita. Kade (58), yang berada tidak jauh dari lokasi, pertama kali melihat api muncul dari rumah panggung milik Ramli (45).

Ia kemudian meminta bantuan warga. Masyarakat berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum empat unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Jeneponto tiba di lokasi.

Namun, kobaran api dengan cepat membesar. Rumah panggung milik keluarga Ramli akhirnya ludes terbakar hingga rata dengan tanah.

Api juga merusak rumah batu milik keluarga Nurdin Dg Ngawing (42). Bagian plafon rumah tersebut habis terbakar. Sementara rumah panggung milik keluarga Kade mengalami kerusakan pada bagian dinding sebelah kiri.

Selain bangunan, dua sepeda motor dan satu unit traktor turut terbakar dalam kejadian tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting atau arus pendek listrik. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sertu Abdullah mengatakan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak sebatas menjalankan pembinaan teritorial, tetapi juga memastikan warga mendapat bantuan ketika menghadapi situasi darurat.

"Saat terjadi kejadian seperti ini, yang paling penting adalah bergerak cepat, membantu warga dan memastikan penanganan dapat dilakukan dengan aman. Kami langsung berkoordinasi dan membantu pemadaman bersama masyarakat," kata Sertu Abdullah.

Menurut dia, respons cepat warga menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas sebelum armada pemadam tiba. Warga bersama Babinsa berupaya mempertahankan area sekitar rumah yang terbakar agar kobaran tidak menjalar ke bangunan lainnya.

Setelah empat unit armada Damkar tiba, proses pemadaman dilanjutkan secara lebih intensif. Sertu Abdullah bersama warga turut membantu petugas mengarahkan penanganan hingga api berhasil dikendalikan.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik rumah tangga.

"Kami mengimbau warga untuk rutin memperhatikan kondisi kabel dan sambungan listrik di rumah. Jika ada yang sudah rusak atau berpotensi menimbulkan korsleting, sebaiknya segera diperbaiki agar kejadian serupa dapat dicegah," ujarnya.

Kebakaran ini menyisakan kerugian material besar bagi tiga keluarga. Di sisi lain, respons cepat Babinsa dan warga menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menghadapi keadaan darurat, terutama pada menit-menit awal sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno