124 Siswa Papua Ikut Program ADEM di Lima Provinsi

124 Siswa Papua Ikut Program ADEM di Lima Provinsi
Pelepasan 124 siswa papua ikut program ADEM.(foto: humas pemprov. papua)

Jayapura-Spektroom : Program Afirmasi Pendidikan Menengah/ADEM yang digalakkan pemerintah dimaksudkan memberikan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas bagi siswa dari Papua, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), serta anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Program tersebut memiliki manfaat utama meliputi percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia/SDM daerah, integrasi sosial, serta membuka peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada tahun 2026 ini, pemerintah provinsi papua mengikutsertakan 124 anak asli papua lulusan SMP pada program ADEM untuk mengikuti proses belajar mengajar pada jenjang SMA dan SMK di lima provinsi luar tanah papua.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait menjelaskan, para peserta didik itu berasal dari sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Papua yang akan menempuh pendidikan di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali.

Program ADEM menurutnya, merupakan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi pelajar Papua. Seluruh biaya pendidikan ditanggung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia,” jelas Christian, Senin, 6 Juli 2026.

Christian mengakui, adanya penurunan jumlah kuota Program ADEM tahun ini, sebab pada tahun sebelumnya jumlah peserta didik 300 siswa, pada tahun 2026 kuotanya 124 peserta.

"Penurunan kuota terjadi akibat penyesuaian anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi pemerintah pusat yang tetap mengalokasikan program tersebut,"tandasnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua berpesan agar seluruh peserta didik menjaga nama baik daerah asal dan mematuhi aturan selama mengikuti program. Demikian pula selalu disiplin disertai kesungguhan belajar sebagai faktor penentu keberhasilan para siswa yang juga jadi dambaan orang tua dan keluarga.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti
ссс