Trending

157 Hektare Karhutla Dipadamkan, Perjuangan Melawan Api Belum Berhenti

157 Hektare Karhutla Dipadamkan, Perjuangan Melawan Api Belum Berhenti
Petugas dari BPBD Kalteng dan MPA/TSAK saat memadamkan kebakaran lahan di Manduhara. (Foto: dok MMC KTg)

Palangka Raya-Spektroom: Api boleh berhasil dijinakkan di sejumlah titik, tetapi perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah belum selesai. Di tengah kondisi yang masih rawan, petugas gabungan terus bekerja, bahkan ketika tenaga mulai terkuras oleh penanganan yang berlangsung dari hari ke hari.

Dalam 24 jam hingga Sabtu (26/9/2026), pemadaman darat yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kota bersama Satgas Gabungan berhasil menangani karhutla dengan luasan mencapai 157,11 hektare.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa upaya pemadaman terus membuahkan hasil. Namun, pada saat yang sama, ancaman api masih harus diwaspadai karena sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada pada tingkat kemudahan terbakar yang sangat tinggi berdasarkan parameter Fine Fuel Moisture Code (FFMC) BMKG.

Sebanyak 13.435 personel gabungan masih dikerahkan di berbagai titik rawan. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, relawan hingga organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Mereka tidak hanya memadamkan api, tetapi juga berupaya membatasi penjalarannya agar tidak semakin mendekati kawasan permukiman dan wilayah aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, asap karhutla mulai menjadi persoalan tersendiri bagi warga. Kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, disertai penurunan jarak pandang dan meningkatnya risiko gangguan pernapasan.

Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, serta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Di tengah perjuangan tersebut, kondisi cuaca juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada 26 September hingga 2 Oktober 2026, terutama di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah bagian utara.

Hujan diharapkan dapat membantu membasahi kawasan yang rawan terbakar. Namun, potensi angin kencang, hujan lokal berdurasi singkat dan bencana hidrometeorologi lainnya tetap perlu diwaspadai.

Artinya, perjuangan belum selesai. Di saat petugas terus berjibaku di lapangan, masyarakat memiliki peran yang tidak kalah penting dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

157,11 hektare memang telah berhasil dipadamkan. Namun, selama potensi api dan asap masih mengancam, pekerjaan belum benar-benar usai. (Polin-Dw/Ist)

Berita terkait

Buka Festival Literasi, Riyanda Putra Dorong Literasi Jadi Penggerak Kreativitas Sawahlunto

Buka Festival Literasi, Riyanda Putra Dorong Literasi Jadi Penggerak Kreativitas Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Festival Literasi Kota Sawahlunto 2026 resmi mengawali rangkaian kegiatan literasi di Perpustakaan Umum Muhammad Yamin, Kecamatan Talawi, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Oktober itu mengusung tema “Literasi Menghidupkan Sawahlunto, Kreativitas Menggerakkan Masa Depan.” Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi pegiat literasi, pelajar, komunitas seni,

Riswan Idris, Rafles
ADLG Awards 2026, Pengakuan Atas Kepemimpinan Sekda Dalam  Transformasi Digital Pemerintahan

ADLG Awards 2026, Pengakuan Atas Kepemimpinan Sekda Dalam Transformasi Digital Pemerintahan

Jakarta - Spektroom: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan meraih peringkat kedua dalam ajang Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLG Awards) 2026, yang digelar oleh Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kepemimpinan sekretaris daerah dalam mendorong transformasi digital pemerintahan yang terintegrasi, kolaboratif, dan

Anggoro AP
Gubernur Mahyeldi Tekankan Sinergi Infrastruktur, Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Gubernur Mahyeldi Tekankan Sinergi Infrastruktur, Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Bukittinggi-Spektroom : Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Keterpaduan perencanaan, perlindungan kawasan rawan bencana, serta pulihnya layanan dasar masyarakat menjadi kunci agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pesan penting tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan

Wiza Andrita, Rafles