Trending

231 RW di Surabaya Diajak Tanam Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

231 RW di Surabaya Diajak Tanam Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Perkuat ketahanan pangan warga memanfaatkan pekarangan rumah dan ruang terbatas di lingkungan permukiman untuk menanam cabai.(Foto :Diskominfo SBY).

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dan ruang terbatas di lingkungan permukiman untuk menanam cabai. Gerakan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri sekaligus memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan, menanam cabai tidak harus dilakukan di lahan luas. Warga bisa memanfaatkan pot, polybag, maupun lahan bersama di lingkungan tempat tinggal.

Menurutnya, selain menjadi kegiatan produktif, hasil panen cabai dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

"Kami mengajak masyarakat mulai memanfaatkan ruang yang ada di sekitar rumah untuk menanam cabai. Tidak harus memiliki pekarangan luas, karena bisa menggunakan pot atau polybag. Yang terpenting, masyarakat mau memulai dan merawat tanaman tersebut agar bisa tumbuh hingga menghasilkan panen," kata Nanik, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, gerakan menanam cabai juga berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas pangan. Pasalnya, ketersediaan cabai di pasaran dapat dipengaruhi cuaca, kemarau panjang, produktivitas sentra produksi, hingga distribusi dan biaya logistik.

Ajakan tersebut diperkuat melalui program Surabaya Urban Farming Competition (SUFC) 2026 yang diluncurkan pada 4 September 2026. Dalam program ini, cabai rawit dan bawang merah menjadi dua komoditas utama yang didorong untuk dibudidayakan masyarakat.

Hingga saat ini, SUFC 2026 telah melibatkan 462 peserta dari 231 RW atau sekitar 92,4 persen dari target awal sebanyak 250 RW. Partisipasi tersebut dihimpun melalui kelompok tani, RT/RW, hingga lingkungan Kampung Pancasila.

Untuk mendukung kegiatan itu, DKPP memberikan bantuan benih, pendampingan budidaya, serta edukasi perawatan tanaman. Khusus peserta kategori kelompok tani, panitia menyediakan satu paket benih cabai rawit.

Pendampingan meliputi penyemaian, pengelolaan media tanam, pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian hama dan penyakit. Dengan demikian, warga yang baru mencoba bercocok tanam juga dapat memperoleh pengetahuan untuk merawat tanaman.

Nanik menegaskan, keberhasilan gerakan urban farming tidak cukup diukur dari jumlah warga yang mulai menanam. Keberlanjutan perawatan hingga tanaman menghasilkan panen menjadi hal yang lebih penting.

Pemkot Surabaya berharap gerakan ini berkembang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Meski hasil panen setiap rumah tangga berbeda, ketersediaan cabai dari pekarangan sendiri setidaknya dapat menjadi tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Berita terkait

Poliran Masuk Dunia Usaha, Polda Kalbar Dorong Satpam Jadi Mitra Strategis Polri

Poliran Masuk Dunia Usaha, Polda Kalbar Dorong Satpam Jadi Mitra Strategis Polri

Kubu Raya-Spektroom : Kepedulian terhadap persoalan pengangguran menjadi salah satu pintu masuk bagi Kepolisian Daerah Kalimantan Barat untuk memperkuat kemitraan dengan dunia usaha. Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Ditbinmas Polda Kalbar mengajak perusahaan dan masyarakat berperan aktif menjaga stabilitas sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Upaya tersebut

Apolonius Welly, Julianto
Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Sleman Diajak Wujudkan Aksi Nyata Bela Negara

Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Sleman Diajak Wujudkan Aksi Nyata Bela Negara

Sleman-Spektroom : Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui peringatan setiap tahun, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda didorong mengambil peran aktif di lingkungan masing-masing dengan mengembangkan potensi, menjaga persatuan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Pesan tersebut mengemuka dalam Talkshow Pasar Bela

Fatmawaty, Bian Pamungkas