24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir

Desa Terisolir

24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir
Jembatan rangka baja dibangun untuk menyambung akses yang terputus (Foto: Penerangan TNI)

Spektroom - Sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih mengalami keterisolasian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Pemerintah terus berupaya memulihkan akses jalur darat ke sana. Data yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, tercatat wilayah yang masih terisolir tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.

"Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa,” kata Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, Kamis (15/1/2026). Di Kecamatan Bintang, 1 desa yang masih terisolir adalah Desa Serule dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa. Akses menuju desa , kata Murthalamuddin, belum dapat dilalui kendaraan roda 2 maupun roda empat akibat timbunan longsor pada badan jalan.

Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan desa terisolir terbanyak. Desa-desa yang terdampak meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah, dengan total penduduk terdampak mencapai 4.951 jiwa. Keterisolasian di wilayah ini disebabkan karena terputusnya jembatan serta longsor yang menutup badan jalan.

Di Kecamatan Silih Nara, Murthalamuddin menyebutkan terdapat 2 desa yang masih terisolir, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 254 jiwa. Akses menuju kedua desa itu tidak dapat dilalui baik menggunakan roda 2 maupun 4 akibat putusnya jembatan Mulie dan jembatan Gantung Langit.

Di Kecamatan Rusip Antara terdapat 5 desa yang masih terisolir, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik, dengan total penduduk terdampak 2.765 jiwa. Murthalamuddin mengatakan akses kendaraan roda 2 ke sejumlah desa mulai terbuka, namun kendaraan roda 4 masih belum dapat melintas akibat timbunan longsor serta putusnya sejumlah jembatan di wilayah tersebut.

Kecamatan terakhir yang masih mengalami keterisolasian berada di Kecamatan Linge. Di wilayah ini, desa-desa yang masih terisolir, sebut Murthalamuddin, meliputi Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, dengan total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa. Keterisolasian di wilayah ini umumnya disebabkan putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan.

Pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat serta pemulihan akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolir, termasuk melalui pembukaan jalur darat sementara dan penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Berita terkait