4 Atlet Sumbar Bela Indonesia di Asian Games 2026

4 Atlet Sumbar Bela Indonesia di Asian Games 2026
Empat atlet Sumbar yang turut membela Indonesia pada ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. (Foto: Dok. KONI Sumbar)

Padang-Spektroom : Empat atlet asal Sumatera Barat mendapat kepercayaan memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games XX 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Keempat duta olahraga Ranah Minang itu yakni Gilang Ilhaza dari cabang olahraga gulat, Syamsul Akmal dari sepak takraw, Ziqra Dwi Putri dari teqball, dan Kya Jo Heuer dari selancar ombak. Selain Kya, tiga atlet lainnya merupakan jebolan PPLP Sumbar.

Samsul Akmal penyumbang 2 medali perunggu nomor beregu putra di SEA Games 2025 Thailand, Gilang Ilhaza peraih perak kelas 74kg gaya bebas putra, kalah di final lawan Vietnam, Kya Jo Heuer atlet selancar dan Zikrha Dwi Putri peraih perak nomor single putri di Bangkok.

Mereka bergabung bersama ratusan atlet Indonesia lainnya yang dipersiapkan tampil pada Asian Games 2026. Kontingen Indonesia secara keseluruhan diperkuat 430 atlet, dengan sebagian di antaranya telah berada di Jepang untuk menjalani persiapan pertandingan.

Pelepasan kontingen secara resmi dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan suntikan motivasi sekaligus menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang mampu meraih medali emas.

Prabowo mengatakan bonus tersebut meningkat signifikan dibandingkan penghargaan untuk peraih emas SEA Games yang berada di angka Rp1 miliar.

“Saya diberi laporan Pak Erick, Pak untuk SEA Games, medali emas dapat Rp1 miliar. Tetapi, ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar,” ujar Prabowo.

Selain bonus, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap masa depan atlet dan pelatih berprestasi. Presiden menyebut atlet maupun pelatih yang berstatus anggota TNI dan Polri berpeluang memperoleh percepatan kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas prestasi di arena internasional.

Bagi Sumatera Barat, keikutsertaan empat atlet tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga daerah mampu melahirkan atlet yang menembus level Asia.

Ketua KONI Sumbar Hamdanus menilai keberadaan empat atlet Sumbar di kontingen Indonesia merupakan hasil dari proses pembinaan yang harus terus diperkuat.

“Ini kebanggaan bagi Sumatera Barat. Mereka bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga membawa nama daerah. Kami berharap keempat atlet dapat tampil maksimal dan memberikan prestasi terbaik,” kata Hamdanus.

Ia menegaskan KONI Sumbar akan terus mendorong pembinaan atlet agar semakin banyak putra-putri Ranah Minang yang mampu memperkuat tim nasional pada berbagai kejuaraan internasional.

Sementara itu, Ketua Pelatprov Sumbar Risky Syahputra mengatakan keikutsertaan atlet Sumbar di Asian Games menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan dan persiapan atlet selama ini.

“Empat atlet ini merupakan representasi dari proses pembinaan yang sedang kita jalankan. Kami berharap mereka mampu menjaga kondisi, fokus menghadapi pertandingan dan memberikan kemampuan terbaiknya,” ujar Risky.

Asian Games 2026 merupakan edisi ke-20 dan dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 3 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Pada ajang tersebut, para atlet Indonesia tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga mengemban harapan masyarakat Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa di pentas olahraga Asia.

Bagi Sumatera Barat, perhatian kini tertuju kepada Gilang, Syamsul, Ziqra dan Kya Jo. Empat atlet Ranah Minang itu diharapkan mampu menjawab kepercayaan dengan perjuangan terbaik di arena Asian Games 2026. (RRE/jiga)

Berita terkait

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

Purwokerto-Spektroom : Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja dan berinteraksi, tetapi juga mulai memengaruhi cara pemerintah mengelola lingkungan dan merumuskan kebijakan. Di tengah perubahan tersebut, hukum dinilai perlu beradaptasi agar perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, serta kebutuhan menjaga ketahanan lingkungan. Persoalan itu

Bian Pamungkas
TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansah mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Rakor TPID tersebut dirangkai dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Terkait KDMP Serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama

Anggoro AP