Trending

70 Mahasiswa RPL S1 PGSD Unimerz Tuntaskan Pendidikan, Rektor: Guru tak Tergantikan

70 Mahasiswa RPL S1 PGSD Unimerz Tuntaskan Pendidikan, Rektor: Guru tak Tergantikan
Rektor Unimerz serahkan Ijazah ( Humas unimerz )

Makasar - Spektroom: Perjalanan pendidikan tidak mengenal batas usia. Pengalaman yang telah ditempuh menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi dan membuka peluang baru di masa depan. Semangat tersebut tercermin dalam Ramah Tamah dan Penyerahan Ijazah Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan I Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Megarezky (Unimerz) yang digelar di Megarezky Hall Universitas Megarezky, Senin (21/9/2026).

Mengusung tema “Usia Bukan Batas, Pengalaman Menjadi Bukti, Kompetensi Mendekatkan Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi momentum apresiasi atas perjalanan akademik sekaligus penanda dimulainya fase baru bagi 70 mahasiswa RPL Angkatan I S1 PGSD Unimerz.

Dalam laporannya, Ketua Program Studi S1 PGSD Unimerz Dr. Nurhadifah Amaliyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan program RPL merupakan bagian dari kerja sama Universitas Megarezky dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya, pelaksanaan RPL memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengakuan atas pembelajaran, pengalaman, dan kompetensi yang telah dimiliki, kemudian melanjutkannya melalui proses pendidikan formal di perguruan tinggi.

Dekan FKIP Universitas Megarezky Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa RPL yang telah menyelesaikan proses pendidikan. Ia menekankan bahwa setiap pencapaian memiliki nilai penting dan layak untuk dirayakan. Penyerahan ijazah, menurutnya, bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas proses panjang, perjuangan, pengalaman, dan komitmen mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.

Mengutip pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Dekan mengingatkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang mampu terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dekan juga memberikan apresiasi kepada koordinator dan seluruh tim pengelola RPL atas kerja keras dalam menjalankan program. Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap Program Studi S1 PGSD Unimerz sebagai penyelenggara program RPL Kementerian yang kini telah memasuki angkatan ketiga.
Sementara itu, Rektor Universitas Megarezky Prof. Dr. H. Anwar Ramli, S.E., M.Si., menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Rektor menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak menghilangkan peran strategis guru dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup pembentukan sikap dan keterampilan peserta didik.

“Mengajar bukan semata-mata tentang menanamkan aspek kognitif, tetapi juga mengajarkan aspek afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, profesi guru tidak dapat tergantikan,” tegas Rektor.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi, guru tetap memiliki posisi penting dalam membangun karakter, membimbing peserta didik, serta menciptakan proses pembelajaran yang menyentuh berbagai aspek perkembangan manusia.

Berita terkait

Djoko Setijowarno Dorong Wajib Sekolah Mengemudi Sebelum Ujian SIM

Djoko Setijowarno Dorong Wajib Sekolah Mengemudi Sebelum Ujian SIM

Surakarta-Spektroom : Sekolah mengemudi dinilai tidak seharusnya sekadar menjadi formalitas untuk memenuhi persyaratan memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM). Keberadaannya perlu diarahkan sebagai pembekalan bagi calon pengemudi untuk membangun budaya keselamatan di jalan raya. Pakar transportasi nasional dari Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengatakan

Ciptati Handayani, Julianto
Pemprov Lampung Terima Penghargaan Atas Penguatan Pendidikan Anti Korupsi di Satuan Pendidikan Dari KPK

Pemprov Lampung Terima Penghargaan Atas Penguatan Pendidikan Anti Korupsi di Satuan Pendidikan Dari KPK

Jakarta Selatan - Spektroom: Provinsi Lampung mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penguatan pendidikan antikorupsi melalui implementasi Pendidikan Anti Korupsi (PAK) dalam muatan lokal di satuan pendidikan. Penghargaan diterima oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal disela Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 bertajuk “Membangun Pendidikan Antikorupsi, Mewujudkan Indonesia Berintegritas”

Anggoro AP