Akademisi UMPR Apresiasi Peluncuran WBS Disdik Kalteng, Dinilai Perkuat Perlindungan Siswa

Akademisi UMPR Apresiasi Peluncuran WBS Disdik Kalteng, Dinilai Perkuat Perlindungan Siswa
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo usai Peluncuran WBS. (Foto:HumasDisdik KTG)

Spektroom — Peluncuran Whistleblowing System (WBS) oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Srie Rosmilawati, M.I.Kom, menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan penting dalam memperkuat perlindungan peserta didik dari praktik perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Saat dimintai tanggapan pada Rabu (18/2/2026), Srie menyebut WBS sebagai langkah progresif yang sejalan dengan upaya pencegahan bullying yang selama ini juga dilakukan UMPR. Ia mencontohkan kegiatan sosialisasi Anti-Bullying yang pernah digelar UMPR di SMP dan SMA Muhammadiyah Palangka Raya.

“Program ini sangat bagus. Melalui sosialisasi Anti-Bullying, kami mendorong siswa menjadi Duta Anti-Bullying dan menciptakan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas kekerasan,” tegas Srie.

Dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Srie Rosmilawati, M.I.Kom (Foto:Dok.Pribadi)

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali materi tentang dampak negatif perundungan, strategi pencegahan, serta pembentukan lingkungan belajar yang suportif dan inklusif.

Srie menambahkan, kehadiran WBS menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kenyamanan siswa. “Ini langkah progresif. Selama ini banyak kasus bullying tidak terlaporkan karena siswa takut atau tidak tahu harus mengadu ke mana. Dengan kanal resmi seperti WBS, mereka punya ruang aman untuk bersuara,” ujarnya.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya jaminan kerahasiaan pelapor serta tindak lanjut yang tegas dan profesional. Menurutnya, kepercayaan siswa hanya akan terjaga bila setiap laporan ditangani secara akuntabel. “Jika dikelola dengan baik, WBS dapat menjadi instrumen efektif untuk membangun budaya sekolah yang transparan dan bertanggung jawab,” katanya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran resmi meluncurkan WBS pada Minggu (15/2/2026). Peluncuran dilakukan di sela penutupan kegiatan Polisi Keamanan Sekolah (PKS) di Palangka Raya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa WBS dirancang sebagai kanal pengaduan resmi bagi peserta didik yang menghadapi perundungan, kekerasan, pelanggaran tata tertib, hingga bentuk penyimpangan lain di sekolah.

“Kita ingin memastikan setiap anak di Kalimantan Tengah merasa aman di sekolah. Dengan WBS ini, siswa memiliki saluran resmi untuk melaporkan jika ada bullying atau gangguan lainnya. Ini bentuk keberpihakan kita kepada peserta didik,” tegasnya.

Menurut Reza, pembangunan pendidikan tidak semata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan lingkungan belajar yang sehat dan berkarakter. Setiap laporan yang masuk melalui WBS akan ditindaklanjuti secara terukur dan profesional.

Peluncuran WBS menjadi sinyal kuat bahwa perlindungan peserta didik kini tidak lagi sebatas jargon. Pemerintah daerah pun mendorong seluruh sekolah aktif menyosialisasikan sistem ini agar benar-benar dimanfaatkan secara optimal, demi menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan berintegritas bagi generasi muda di Bumi Tambun Bungai. (Polin)

Berita terkait

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Bukittinggi-Spektroom : Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mengenang sejarah perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang hidup sehat,

Wiza Andrita, Rafles
Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara masih diprediksi mengalami gelombang tinggi yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke

Nanang Adrany, Anggoro AP
Kubur Dolmen Duplang Kamal Resmi Jadi Cagar Budaya, Jejak Peradaban Kuno Jember Makin Terlindungi

Kubur Dolmen Duplang Kamal Resmi Jadi Cagar Budaya, Jejak Peradaban Kuno Jember Makin Terlindungi

Jember-Spektroom : Jejak peradaban masa lampau di Kabupaten Jember kini semakin mendapat perhatian dan perlindungan. Kubur Dolmen Duplang Kamal, salah satu peninggalan bersejarah di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Jember. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane, S.STP., M.Si.

Budi Sucahyono, Julianto
ссс