Kubur Dolmen Duplang Kamal Resmi Jadi Cagar Budaya, Jejak Peradaban Kuno Jember Makin Terlindungi

Kubur Dolmen Duplang Kamal Resmi Jadi Cagar Budaya, Jejak Peradaban Kuno Jember Makin Terlindungi
Peninjauan Kubur Dolmen Duplang Kamal di Dusun Duplang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (27/09/2026) (Foto Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Jejak peradaban masa lampau di Kabupaten Jember kini semakin mendapat perhatian dan perlindungan. Kubur Dolmen Duplang Kamal, salah satu peninggalan bersejarah di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya Jember.

“Penetapan Kubur Dolmen Duplang Kamal sebagai cagar budaya bukan hanya memberikan perlindungan terhadap tinggalan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai sejarah dan kebudayaan Jember kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Kami berharap keberadaan situs ini dapat terus dirawat, dikaji, dan dimanfaatkan sebagai sumber edukasi sekaligus potensi wisata sejarah,” ujar Regar, Minggu (27/09/2026).

Cagar budaya Kubur Dolmen Duplang Kamal(Foto Diskominfo Jember)

Menurut Regar, penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/402/1.12/2026 yang ditandatangani pada 3 September 2026.

“Kubur Dolmen Duplang Kamal berada di Dusun Duplang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, kabupaten Jember, Jawa Timur dan menjadi salah satu peninggalan yang memperlihatkan jejak kebudayaan masa lampau di Jember. Secara fisik, dolmen ini berbentuk seperti meja batu yang ditopang oleh empat buah batu sebagai penyangga,” jelasnya.

“Bagian meja dolmen terbuat dari batu breksi, sedangkan bagian penyangganya menggunakan batu andesit. Keberadaannya tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya kawasan Duplang, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang penting bagi perjalanan peradaban Jember,” tambahnya.

“Keberadaan Kubur Dolmen Duplang Kamal menjadi bukti penting mengenai perkembangan tradisi megalitik di lereng Pegunungan Iyang.Tinggalan tersebut sekaligus memperkaya khazanah sejarah dan peradaban Jember pada masa lampau,” jelasnya.

“Menariknya, meskipun dolmen secara umum identik dengan kebudayaan masyarakat prasejarah, hasil uji karbon terhadap Kubur Dolmen Duplang Kamal menunjukkan data kronologi atau pertanggalan yang berasal dari Masa Klasik. Temuan tersebut menunjukkan adanya keberlanjutan budaya dari masa prasejarah hingga masa klasik di wilayah Jember,” ungkapnya.

Dari sisi ilmu pengetahuan, Kubur Dolmen Duplang Kamal juga memiliki nilai penting karena ditemukan adanya teknik pengerjaan hibrid semu. Hal tersebut menjadi gambaran mengenai perkembangan teknologi yang telah dikenal oleh masyarakat Jember pada Masa Klasik.

Selain memiliki nilai sejarah dan ilmu pengetahuan, keberadaan dolmen juga mempunyai nilai pendidikan. Situs ini dapat menjadi sumber belajar bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami sejarah, perkembangan budaya, sistem kepercayaan, nilai sosial, serta keterampilan teknologi masyarakat pada masa lalu.

“Dengan demikian, jejak peradaban masa lalu tidak hanya menjadi peninggalan yang tersimpan, tetapi juga dapat terus dipelajari dan diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Jember," pungkasnya. (budi)

Berita terkait

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Bukittinggi-Spektroom : Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mengenang sejarah perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang hidup sehat,

Wiza Andrita, Rafles
Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara masih diprediksi mengalami gelombang tinggi yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke

Nanang Adrany, Anggoro AP
900 Pelari dari Tujuh Negara Ramaikan GTR Ultra 2026, Ekonomi Warga Ikut Bergerak

900 Pelari dari Tujuh Negara Ramaikan GTR Ultra 2026, Ekonomi Warga Ikut Bergerak

Semarang-Spektroom: Sebanyak 900 pelari dari tujuh negara meramaikan Gajah Trail Run (GTR) Ultra 2026 di Dusun Kayuwangi, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (27/9/2026). Selain menjadi tantangan olahraga, event trail run ini turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Para pelari menaklukkan jalur yang membentang dari Gunung Gajah, Gunung

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas