Trending

Akselerasi Disertasi 2026: Bangun Ideologi Peneliti, Bukan Sekadar Kejar Wisuda

Akselerasi Disertasi 2026: Bangun Ideologi Peneliti, Bukan Sekadar Kejar Wisuda
E-flyer Akselerasi Disertasi yang digagas Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan. (Dok.Sekretariat APSK)

Palangka Raya-Spektroom :
Program Akselerasi Disertasi bertajuk “Disertasi Kilat, Masa Depan Cemerlang!” tak sekadar membahas teknik mempercepat kelulusan doktoral. Forum ilmiah ini justru menekankan fondasi yang lebih mendasar: membangun karakter dan ideologi peneliti agar disertasi yang lahir tetap berkualitas dan bermakna.

Kegiatan yang dibuka oleh Dr. Noorhidayah, Direktur Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan (APSK) Official sekaligus peneliti di Goethe University Frankfurt ini menghadirkan akademisi lintas kampus, dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, UIN Palangka Raya, Universitas Brawijaya via zoom di sekretariat APSK Palangka Raya.

Dikonfirmasi Selasa (3/3/2026), narasumber dari Palangka Raya, Dr. Nur Wakhidah SH.I, MH, menjelaskan bahwa materi yang ia sampaikan berfokus pada “Membangun Ideologi Peneliti: Filsafat Ilmu dan Tanggung Jawab Keilmuan.”

Dr. Nur Wakhidah, S.HI, MH

Dr. Nur Wakhidah menegaskan, sebelum berbicara soal teknik menulis atau strategi publikasi, seorang doktor harus terlebih dahulu memahami fondasi filsafat ilmu.

“Setiap penelitian berdiri di atas tiga fondasi, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi menuntut kita jelas tentang apa yang kita teliti. Epistemologi menjelaskan bagaimana pengetahuan itu dibangun dan divalidasi. Namun yang paling penting adalah aksiologi untuk apa penelitian itu dilakukan,” tegasnya.

Menurut Dr. Nur Wakhidah, dalam konteks keilmuan Islam, riset bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan amanah intelektual.

“Penelitian adalah bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar dalam ranah akademik. Kita menyampaikan kebenaran berbasis dalil dan argumentasi, serta memperjuangkan keadilan melalui pendekatan ilmiah,” ujarnya.

Ia menambahkan, percepatan disertasi bukan berarti tergesa-gesa, melainkan terstruktur, fokus, dan dijalankan dengan disiplin membaca serta konsistensi menulis. Dengan pendekatan ini, program akselerasi tidak hanya mendorong kelulusan lebih cepat, tetapi juga memastikan setiap doktor yang lulus memiliki pijakan filosofis yang kuat dan tanggung jawab keilmuan yang jelas. Disertasi boleh “kilat”, tetapi tetap tajam, bernas, dan bermartabat. (Polin)

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles