Akses Sopi (Miras) Dipersulit, Wali Kota Ambon: Ini Soal Menyelamatkan Generasi Muda

Akses Sopi (Miras) Dipersulit, Wali Kota Ambon: Ini Soal Menyelamatkan Generasi Muda
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: EM/Spektroom)

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mulai mendorong langkah lebih tegas untuk mengendalikan peredaran minuman keras (miras), khususnya sopi, yang dinilai berkaitan dengan berbagai persoalan keamanan dan kekerasan di tengah masyarakat.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, pengendalian miras bukan sekadar urusan penertiban, tetapi bagian dari upaya melindungi warga dan masa depan generasi muda Kota Ambon.

Pernyataan itu disampaikan Wattimena usai rapat paripurna DPRD Kota Ambon terkait penandatanganan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026, penyerahan Ranperda tentang Perubahan APBD 2026, serta penyerahan tiga Ranperda pada masa persidangan pertama 2026-2027, Rabu (23/9/2026).

Menurut Wattimena, persoalan miras di Ambon tidak bisa dianggap sepele. Ia menyebut data kepolisian menunjukkan persoalan keamanan yang berkaitan dengan konsumsi miras masih menjadi perhatian serius.

“Kalau katong sayang warga kota dan generasi muda, mari katong bikin sopi ini susah untuk orang beli. Bukan bikin supaya orang dapat di mana-mana, tapi mesti dikendalikan,” tegasnya.

Ia mendorong tiga langkah utama, yakni mempermahal akses terhadap minuman beralkohol, membatasi distribusinya hanya melalui agen resmi, serta memudahkan penindakan terhadap penjualan di luar jalur yang ditentukan.

Wattimena menilai, ketika sopi dapat diperoleh dengan harga murah, akses terhadap minuman tersebut menjadi terlalu mudah. Karena itu, pengaturan produksi dan distribusi dinilai penting agar tidak semua orang mudah mengaksesnya.

Ia juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Ambon. Berdasarkan data yang disampaikannya, tercatat 175 kasus, termasuk kekerasan dalam rumah tangga.

“Setiap kejadian tanya kenapa? Jawabannya: mabuk. Kalau mabuk jadi penyebab utama masalah keamanan di Kota Ambon, kenapa katong biarkan terus?” ujarnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho mendukung langkah pengawasan dan pengendalian distribusi miras. Ia menyebut sejumlah kasus penganiayaan, pengeroyokan hingga kekerasan dalam rumah tangga kerap diawali atau dipicu konsumsi miras.

Menurutnya, regulasi yang lebih ketat dapat membantu kepolisian melakukan penindakan terhadap peredaran minuman beralkohol tanpa izin sekaligus memperkuat keamanan di Kota Ambon (EM)

Berita terkait

Pemprov Maluku Tegaskan, Blok Masela Harus Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Pemprov Maluku Tegaskan, Blok Masela Harus Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong pengembangan Blok Masela agar menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik bertajuk “Blok Masela sebagai Motor Pertumbuhan: Memperkuat Ketahanan Energi Indonesia dan Mempercepat Kesejahteraan Maluku” yang berlangsung di Buntu Coffee, Tebet, Jakarta,

Eva Moenandar, Rafles
KADIN Didorong Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Masyarakat Kalteng

KADIN Didorong Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Masyarakat Kalteng

Palangka Raya-Spektroom : Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tidak cukup hanya terlihat dari angka statistik. Bagi masyarakat, pertumbuhan itu harus terasa melalui lapangan kerja, berkurangnya kemiskinan, serta semakin terbukanya peluang usaha. Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Kalteng yang dirangkaikan dengan HUT

Polin, Julianto
Tekan Stunting, Pemkab Tanah Datar Dorong Aksi Nyata Hingga Jorong dan Nagari

Tekan Stunting, Pemkab Tanah Datar Dorong Aksi Nyata Hingga Jorong dan Nagari

Tanah Datar--Spektroom : Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperkuat komitmen percepatan penurunan dan pencegahan stunting dengan mendorong aksi nyata yang menyentuh langsung hingga tingkat jorong dan nagari. Langkah ini ditegaskan sebagai upaya strategis, mengingat persoalan stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa

Riswan Idris, Rafles