Anak Muda Jangan Enggan Jadi Petani
Jakarta - spektroom: Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan hampir 70 % petani Indonesia berusia di atas 45 tahun, sementara petani muda dengan usia di bawah 25 tahun hanya berkisar 21 % dan angka ini tiap tahun cenderung terus menurun.
Bagi anggota Komisi IV DPR RI, Riyono data petani Indonesia yang dihimpun BPS tahun 2023 itu memprihatinkan. Ia berharap sejumlah kebijakan perlu dibuat pemerintah untuk mendorong generasi muda terjun menekuni pertanian.
“Petani sejahtera adalah petani yang melakukan regenerasi kepada anaknya. Anak-anak muda, jangan enggan untuk menjadi petani. Petani adalah profesi yang mulia, harapan masa depan," kata Riyono dalam keterangan tertulis seperti yang dikutip dari Parlementaria di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Ia mengingatkan agar Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi momentum untuk memperkuat kesejahteraan sekaligus regenerasi petani Indonesia. Masa depan pertanian nasional sangat bergantung pada kemampuan sektor pertanian memberikan kehidupan yang layak dan masa depan yang menjanjikan bagi generasi berikutnya.
Wakl rakyat dari daerah pemilihan Jatim VII ini berharap semakin banyak anak muda yang berani masuk ke sektor pertanian dan menjadikannya sebagai pilihan profesi. Regenerasi diperlukan agar Indonesia memiliki petani-petani baru yang mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus membawa sektor pertanian semakin maju.
"Generasi muda untuk tidak memandang pertanian sebagai profesi yang tertinggal. Pertanian justru memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus kedaulatan bangsa," lanjutnya.
Keberpihakan terhadap petani perlu terus diperkuat sehingga pertanian mampu memberikan kesejahteraan yang nyata. Politisi fraksi PKS ini menegaskan kesejahteraan petani, regenerasi, dan kedaulatan pertanian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masa depan pangan Indonesia. (my)