Angkutan Pelajar Gratis, Solusi Aman dan Mudah bagi Siswa Menuntut Ilmu

Angkutan Pelajar Gratis, Solusi Aman dan Mudah bagi Siswa Menuntut Ilmu
Revitalisasi angkutan pedesaan untuk program layanan gratis Angkutan Pelajar Aman. (Foto: Dok. Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Keselamatan dan kemudahan anak-anak dalam menempuh perjalanan ke sekolah menjadi bagian penting dalam mendukung akses pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan transportasi sekolah yang aman, nyaman, ramah, sekaligus terjangkau bagi pelajar.

Pakar transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, mengatakan pemerintah daerah juga perlu mempertahankan dan merevitalisasi armada angkutan pedesaan yang masih tersedia agar tetap beroperasi secara berkelanjutan, di tengah menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

Disebutkan, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Perhubungan telah menghadirkan program Angkutan Pelajar Aman atau APA. Program ini memanfaatkan armada angkutan pedesaan eksisting untuk mengangkut siswa SMP secara gratis saat berangkat dan pulang sekolah.

“Skema tersebut tidak hanya membantu pelajar mendapatkan akses transportasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi keberlangsungan angkutan pedesaan. Di luar waktu antar-jemput sekolah, kendaraan tetap dapat beroperasi melayani masyarakat umum sesuai trayeknya,” ungkap Djoko dalam keterangan kepada Spektroom, Selasa (11/8/2026).

Menurut Djoko, Program APA juga dinilai mampu mengurangi beban biaya transportasi keluarga sekaligus menekan risiko pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Di sisi lain, keberadaan layanan tersebut turut membuka peluang peningkatan pendapatan pengemudi dan mempertahankan eksistensi angkutan pedesaan.

Berdasarkan evaluasi layanan dari tim Unika Soegijapranata, sebanyak 26,6 persen siswa tinggal kurang dari satu kilometer dari titik tunggu angkutan sekolah. Sebagian besar atau sekitar 80 persen di antaranya memilih berjalan kaki menuju titik tersebut. Sementara 87,10 persen siswa mengaku tidak pernah terlambat sampai sekolah.

Program Angkutan Pelajar Aman dinilai mampu mengurangi beban biaya transportasi dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas. (Foto: Dok. Ciptati Handayani)

“Meski demikian, kenyamanan layanan masih perlu diperbaiki. Sekitar 37 persen siswa mengeluhkan kondisi kendaraan yang berdesakan serta sikap pengemudi yang dinilai kurang ramah. Mayoritas siswa juga mengharapkan penambahan armada, yang disampaikan oleh 50 persen responden, serta perluasan layanan hingga hari Sabtu,” jelasnya.

Djoko menilai, keberadaan angkutan sekolah gratis itu semakin penting karena 86,67 persen siswa menyatakan akan kembali diantar menggunakan sepeda motor oleh orang tua apabila layanan tersebut ditiadakan.

Program tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun keselamatan perjalanan anak, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sekaligus menjaga agar angkutan pedesaan tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dari pengalaman Kabupaten Magelang menunjukkan bahwa transportasi pelajar tidak sekadar menyediakan kendaraan gratis, akan tetapi membangun keselamatan bertransportasi dan memberdayakan masyarakat,” tandasnya.

Berita terkait

UTM Malaysia Gandeng Pemko Tanjungpinang, Pulau Penyengat Jadi Fokus Pelestarian Warisan Melayu

UTM Malaysia Gandeng Pemko Tanjungpinang, Pulau Penyengat Jadi Fokus Pelestarian Warisan Melayu

Tanjungpinang- Spektroom - Pemerintah Kota Tanjungpinang menggandeng Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk memperkuat riset, pendidikan, teknologi, dan pelestarian warisan budaya Melayu, khususnya di kawasan Pulau Penyengat. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah dan delegasi UTM di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah,

Desmawati, Buang Supeno