Trending

Antrean Online BPJS Sudah Jalan, Tapi Kok Masih Antre Berjam-jam? Ini Akar Masalahnya

Antrean Online BPJS Sudah Jalan, Tapi Kok Masih Antre Berjam-jam? Ini Akar Masalahnya
Antrean pasien BPJS di Rs.Hermina Bekasi. Kamis (16/7/2026) (Foto: Spektroom)

Jakarta - Spektroom : Musim kemarau panjang memicu lonjakan penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan diare akibat kurangnya air bersih dan debu beterbangan. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia paling terdampak. Hal ini membuat fasilitas kesehatan (faskes) BPJS mengalami lonjakan pasien atau overload.

Mobile JKN: Solusi di Atas Kertas

Pihak BPJS Kesehatan dan rumah sakit telah merilis sistem antrean online terpadu melalui aplikasi Mobile JKN. Tujuannya agar peserta bisa mengambil nomor antrean dari rumah, melihat jadwal dokter, dan memperkirakan waktu pelayanan. Peserta tidak perlu lagi datang subuh ke rumah sakit.

Kenyataan Pahit di Ruang Tunggu

Banyak pasien merasa frustrasi. Walau sudah mengambil nomor antrean online, mereka tetap harus menunggu berjam-jam di ruang tunggu faskes. Mengapa hal ini terjadi?

Seperti dialami Dorni Sitorus (69) yang mengalami sakit ginjal.

"Mau operasi di RSPAD, harus minta rujukan dulu ke Urologi RS Hermina Bekasi. Sistem pendaftaran harus ke Customer Service, sementara pendaftarnya ratusan, Saya no 172, dari jam 9 belum dipanggil juga untuk daftar" ujarnya kepada Spektroom, Kamis (16/7/2026) di Rs. Hermina, Bekasi.

Dorni Sitorus (69) (Foto Spektroom)

Waktu Periksa Dokter Tidak Pasti:

Kasus pasien berbeda-beda. Ada yang butuh penanganan cepat 5 menit, ada pula yang butuh 30 menit. Ini membuat jadwal estimasi di aplikasi bergeser.

"Saya sendiri mau rescedul dokter, karena hari ini dokternya yang harusnya praktek, tapi tidak praktek, jadi harus daftar ulang melalui customer service. Saya no 149 dari jam 8 belum dipanggil untuk daftar. Biasanya dari waktu daftar sampai dapat nomor jadwal dokter kurang lebih sebulan. Jadi pengobatan saya bisa tertunda 2 bulan" ucap pasien Komariah dengan nada kesal.

Tumpukan Rujukan:

Masih banyak warga datang langsung ke rumah sakit besar tanpa melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas terdekat, sehingga terjadi penumpukan massal. Sementara itu petugas pendaftaran menyatakan tetap melayani pasien sesuai aturan BPJS dan Rumah Sakit

Petugas Rs.Hermina Bekasi (Foto Spektroom)

Kapasitas Terbatas:

Jumlah dokter spesialis sering kali tidak sebanding dengan jumlah pasien yang membludak.

Dampak Buruk bagi Pasien

Menunggu terlalu lama justru membuat pasien bertambah sakit. Tubuh yang lelah, ditambah risiko tertular penyakit lain di ruang tunggu rumah sakit yang penuh sesak, memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Harapan Solusi ke Depan

Sistem antrean online saja tidak cukup. BPJS dan rumah sakit perlu menambah kuota dokter, mempercepat proses administrasi (seperti memperbanyak Anjungan Pendaftaran Mandiri), dan memperkuat fungsi puskesmas.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP