Antrean Online BPJS Sudah Jalan, Tapi Kok Masih Antre Berjam-jam? Ini Akar Masalahnya
Jakarta - Spektroom : Musim kemarau panjang memicu lonjakan penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan diare akibat kurangnya air bersih dan debu beterbangan. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia paling terdampak. Hal ini membuat fasilitas kesehatan (faskes) BPJS mengalami lonjakan pasien atau overload.
Mobile JKN: Solusi di Atas Kertas
Pihak BPJS Kesehatan dan rumah sakit telah merilis sistem antrean online terpadu melalui aplikasi Mobile JKN. Tujuannya agar peserta bisa mengambil nomor antrean dari rumah, melihat jadwal dokter, dan memperkirakan waktu pelayanan. Peserta tidak perlu lagi datang subuh ke rumah sakit.
Kenyataan Pahit di Ruang Tunggu
Banyak pasien merasa frustrasi. Walau sudah mengambil nomor antrean online, mereka tetap harus menunggu berjam-jam di ruang tunggu faskes. Mengapa hal ini terjadi?
Seperti dialami Dorni Sitorus (69) yang mengalami sakit ginjal.
"Mau operasi di RSPAD, harus minta rujukan dulu ke Urologi RS Hermina Bekasi. Sistem pendaftaran harus ke Customer Service, sementara pendaftarnya ratusan, Saya no 172, dari jam 9 belum dipanggil juga untuk daftar" ujarnya kepada Spektroom, Kamis (16/7/2026) di Rs. Hermina, Bekasi.

Waktu Periksa Dokter Tidak Pasti:
Kasus pasien berbeda-beda. Ada yang butuh penanganan cepat 5 menit, ada pula yang butuh 30 menit. Ini membuat jadwal estimasi di aplikasi bergeser.
"Saya sendiri mau rescedul dokter, karena hari ini dokternya yang harusnya praktek, tapi tidak praktek, jadi harus daftar ulang melalui customer service. Saya no 149 dari jam 8 belum dipanggil untuk daftar. Biasanya dari waktu daftar sampai dapat nomor jadwal dokter kurang lebih sebulan. Jadi pengobatan saya bisa tertunda 2 bulan" ucap pasien Komariah dengan nada kesal.
Tumpukan Rujukan:
Masih banyak warga datang langsung ke rumah sakit besar tanpa melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas terdekat, sehingga terjadi penumpukan massal. Sementara itu petugas pendaftaran menyatakan tetap melayani pasien sesuai aturan BPJS dan Rumah Sakit

Kapasitas Terbatas:
Jumlah dokter spesialis sering kali tidak sebanding dengan jumlah pasien yang membludak.
Dampak Buruk bagi Pasien
Menunggu terlalu lama justru membuat pasien bertambah sakit. Tubuh yang lelah, ditambah risiko tertular penyakit lain di ruang tunggu rumah sakit yang penuh sesak, memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Harapan Solusi ke Depan
Sistem antrean online saja tidak cukup. BPJS dan rumah sakit perlu menambah kuota dokter, mempercepat proses administrasi (seperti memperbanyak Anjungan Pendaftaran Mandiri), dan memperkuat fungsi puskesmas.