Asap Karhutla Kepung Kubu Raya, Tim Dokkes Polda Kalbar Datang Membawa Obat, Bukan Selang Pemadam
Kubu Raya - Spektroom : Di saat sebagian petugas berjibaku mengejar kobaran api, sejumlah personel berseragam justru datang membawa tas medis.
Bukan selang pemadam. Bukan pula alat untuk menjinakkan bara.
Mereka membawa obat-obatan dan peralatan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan manusia yang berada di tengah kepungan asap tetap dalam kondisi prima.
Pemandangan itu terlihat di Desa Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026).
Asap masih menggantung di udara. Bau lahan terbakar sesekali terbawa angin, sementara jarak pandang warga mulai terganggu.
Di tengah situasi tersebut, personel Subsatgas Dokkes Polda Kalimantan Barat yang tergabung dalam Operasi Kontingensi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 bergerak dari satu titik ke titik lainnya.
Mereka memeriksa kesehatan personel yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Tekanan darah diperiksa. Kondisi pernapasan dipantau. Kebugaran tubuh menjadi perhatian.

Langkah itu bukan tanpa alasan.
Berhari-hari berada di lapangan, bekerja di bawah terik matahari sekaligus menghirup udara yang dipenuhi asap membuat tubuh petugas menghadapi tekanan berlapis.
Kelelahan yang dibiarkan dapat berubah menjadi persoalan serius.
Karena itu, sebelum memastikan api benar-benar terkendali, kondisi orang-orang yang berada di balik perjuangan tersebut juga harus dipastikan.
Namun, tugas kemanusiaan tim Dokkes tidak berhenti pada para petugas.
Mereka juga mendatangi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi karhutla.
Sejumlah warga mengeluhkan batuk dan gangguan pernapasan akibat paparan asap. Ada pula yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan sederhana dan obat-obatan.
Bagi sebagian warga, pemeriksaan tersebut mungkin terlihat sederhana.
Tetapi setelah berhari-hari hidup dengan udara yang tidak lagi bersih, mengetahui bahwa ada petugas yang datang untuk memeriksa kondisi mereka memberikan rasa tenang.
“Kami ingin memastikan personel tetap sehat dan prima, tetapi pada saat yang sama masyarakat juga merasakan kehadiran dan kepedulian Polri,” kata Kasubsatgas Dokkes Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026, Kombes Pol drg Joseph Ginting.
Di balik berita tentang api dan asap, ada sisi lain penanganan karhutla yang kerap luput dari perhatian.
Ada petugas yang kelelahan dan membutuhkan pemeriksaan.
Ada warga yang batuk karena asap.
Ada keluarga yang harus membatasi aktivitas di luar rumah.
Dan ada tenaga kesehatan yang memilih datang mendekat, memeriksa, mendengar keluhan, lalu memberikan bantuan sesuai kebutuhan.
Tidak ada kobaran api yang mereka padamkan.
Tidak ada suara sirene yang mengiringi setiap langkah.
Kerja mereka berlangsung dalam kesunyian—melalui pemeriksaan tekanan darah, percakapan singkat dengan warga dan obat yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
Namun justru dari pekerjaan kecil itulah kepedulian terasa.
Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya juga menyentuh manusia yang menghirup asap, menjalani aktivitas di tengah udara yang tercemar, hingga para petugas yang berhari-hari bekerja di lapangan.
Karena itu, memadamkan api dan menjaga kesehatan manusia menjadi dua pekerjaan yang tidak bisa dipisahkan.
Di tengah asap yang masih menggantung di langit Kubu Raya, perjuangan itu terus berjalan.
Api diperangi agar tidak meluas.
Sementara manusia dijaga agar tetap sehat dan kuat.
Sebab dalam setiap bencana, yang harus diselamatkan bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi juga orang-orang yang tetap bertahan di tengah kepungan asap.