Tim Gabungan Sita 800 Kg Ketamin di Natuna, Jaringan Internasional Diburu
Kepri – Spektroom : Jalur laut Kepulauan Riau kembali menjadi pintu masuk yang dibidik jaringan narkotika internasional. Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kepulauan Riau, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan 800 kilogram Ketamine HCl di wilayah perairan Natuna Utara.
Barang bukti dalam jumlah besar tersebut ditemukan dari kapal Fuchangxing I setelah aparat melakukan pengembangan informasi dan penyelidikan terhadap aktivitas kapal yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran gelap narkotika.
Petugas menemukan barang tersebut di bagian buritan kapal dan dikemas dalam 40 karung. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, hasil pengujian laboratorium memastikan barang bukti tersebut positif mengandung Ketamine HCl.
Pengungkapan ini tidak berhenti pada satu kapal. Tim gabungan juga mengamankan kapal MV Ashley untuk diperiksa lebih lanjut guna mendalami kemungkinan keterkaitan antara kedua kapal dengan jaringan narkotika internasional.
Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen kapal, alat komunikasi, catatan perjalanan hingga bagian-bagian kapal yang diduga berpotensi digunakan untuk menyembunyikan narkotika.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyebut pengungkapan tersebut merupakan bagian dari pengembangan operasi terhadap jaringan narkotika yang memanfaatkan jalur laut.
Selain mengamankan barang bukti, aparat juga terus mendalami pihak-pihak yang berada di balik pengiriman tersebut. Dalam pengungkapan ini, penyidik telah menetapkan seorang warga negara Taiwan berinisial WLC sebagai tersangka yang diduga berperan sebagai manajer kapal sekaligus pengendali pengiriman 800 kilogram Ketamine HCl..

99 Persen Sampel Vape Positif Narkotika
Kepala BNN menilai temuan 800 kilogram ketamin tersebut menjadi alarm serius karena modus penyalahgunaan ketamin terus berkembang.
Sepanjang 2026, BNN telah menguji 1.434 sampel cairan vape. Hasilnya, sebanyak 1.420 sampel atau sekitar 99 persen dinyatakan positif mengandung narkotika, termasuk ketamin.
Temuan tersebut menunjukkan perangkat vape mulai dimanfaatkan sebagai salah satu media penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Ketamin ditemukan dalam bentuk cair pada cartridge vape, termasuk dalam sejumlah sampel yang dicampur dengan zat narkotika lainnya.
BNN menilai kondisi tersebut menjadi ancaman nyata bagi generasi muda dan membutuhkan respons bersama yang lebih tegas.
Karena itu, BNN mendorong agar ketamin segera masuk dalam penggolongan narkotika sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat instrumen hukum dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap ketamin.
Ansar: Kepri Berada di Garis Depan
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi kerja tim gabungan yang berhasil menggagalkan penyelundupan 800 kilogram Ketamine HCl melalui jalur laut.
Apresiasi tersebut disampaikan Ansar dalam konferensi pers operasi di Mapolda Kepri, Selasa (1/9/2026).
"Kepri memang merupakan wilayah perbatasan dan salah satu teras negara di wilayah barat. Karena itu, kita semua patut bersyukur dan memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh aparat dalam menjaga kedaulatan negara dari berbagai bentuk kejahatan transnasional," ujar Ansar.
Menurutnya, posisi geografis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara membuat wilayah tersebut menghadapi tantangan besar dalam menghadapi ancaman narkotika dan berbagai aktivitas penyelundupan melalui jalur laut.
Ansar menegaskan Pemprov Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.
"Sebagai pemegang amanah dari rakyat Indonesia, tentu kita wajib bersama-sama menggagalkan segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan hukum, seperti peredaran narkoba dan penyelundupan berbagai komoditas yang dilarang," tegasnya.
Ia berharap keberhasilan operasi tersebut semakin memperkuat soliditas dan kolaborasi antarinstansi dalam menjaga wilayah perbatasan.
"Semoga apa yang kita lakukan, selain menjadi tugas pokok dan fungsi kita masing-masing, juga menjadi amal kebaikan bagi kita. Mari terus memperkuat soliditas dan memperkokoh kolaborasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik di tengah masyarakat," ujarnya.
Konferensi pers tersebut dihadiri Kabareskrim Polri, Dirjen Bea dan Cukai, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Deputi Bidang Penindakan BPOM RI, Kadivhumas Polri, Wakabareskrim Polri, serta sejumlah pejabat Bareskrim Polri, Ditjen Bea dan Cukai, dan BPOM RI.
Pengungkapan 800 kilogram Ketamine HCl ini sekaligus menegaskan bahwa pengawasan wilayah perbatasan tidak hanya menyangkut kedaulatan teritorial, tetapi juga menjadi benteng penting untuk memutus mata rantai kejahatan narkotika lintas negara.