Ekonomi Kalteng Terus Bergerak, Inflasi Agustus 0,17 Persen dan NTP Tembus 139,53
Palangka Raya –Spektroom: Perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan pergerakan positif hingga Agustus 2026. Sejumlah indikator ekonomi mencatat perkembangan yang cukup baik, mulai dari inflasi, sektor pertanian, perdagangan hingga aktivitas pariwisata.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi pada Agustus 2026 sebesar 0,17 persen dibandingkan Juli 2026. Secara tahun kalender, inflasi Kalteng tercatat 2,80 persen, sedangkan secara tahunan mencapai 4,96 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/9/2026).
Toto menjelaskan, inflasi bulanan pada Agustus terutama dipengaruhi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sebesar 0,06 persen.
Sejumlah komoditas tercatat memberikan tekanan terhadap inflasi, antara lain beras, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, ketimun, dan ikan peda.
Sementara itu, komoditas seperti ikan gabus, bawang merah, tomat, bensin, dan bawang putih memberikan andil terhadap deflasi.
Di tengah dinamika harga tersebut, sektor pertanian menunjukkan penguatan. Nilai Tukar Petani (NTP) Kalteng pada Agustus 2026 mencapai 139,53 atau meningkat 1,88 persen dibandingkan Juli 2026.
Kenaikan NTP terutama dipengaruhi peningkatan harga yang diterima petani. Penguatan terjadi pada sejumlah subsektor pertanian, dengan kenaikan tertinggi pada subsektor hortikultura sebesar 3,83 persen.
Kemudian, NTP tanaman perkebunan rakyat meningkat 2,44 persen dan tanaman pangan naik 0,75 persen.
Dari sektor perdagangan, neraca perdagangan Kalteng sepanjang Januari-Juli 2026 juga masih mencatat surplus sebesar US$2,138 miliar.
Nilai ekspor Kalteng pada periode tersebut mencapai US$2,157 miliar atau meningkat 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pergerakan ekonomi juga terlihat dari sektor pariwisata. Pada Juli 2026, perjalanan wisatawan nusantara tujuan Kalteng mencapai 1.094.545 perjalanan.
Jumlah tersebut meningkat 18,05 persen dibandingkan Juli 2025. Kondisi ini menunjukkan mobilitas wisatawan domestik ke Kalteng masih mengalami pertumbuhan.
Aktivitas transportasi udara dan laut juga tetap berjalan sepanjang Juli 2026, ditandai dengan ribuan penerbangan serta kunjungan kapal di wilayah Kalteng.
Toto mengatakan, berbagai indikator tersebut menggambarkan dinamika perekonomian Kalteng yang terus bergerak, meskipun perkembangan masing-masing sektor tidak sepenuhnya seragam.
“Secara keseluruhan, perkembangan indikator ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan kondisi yang beragam pada periode Juli hingga Agustus 2026,” demikian disampaikan dalam paparan BPS.
Rilis BRS tersebut turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng Adi Nugroho, Perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalteng Nuril Nadia, Perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Palangka Raya Ivan, serta perwakilan instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. (Polin-Kkg/IAQ)