Atasi Suhu Ekstrem 47°C dan Padatnya Jamarat, Pelaksanaan Lontar Jumrah Jemaah Haji 2026 Berjalan Tertib
Jakarta- Spektroom : Pelaksanaan ibadah lontar jumrah di kompleks Jamarat, Mina, pada tahun ini berlangsung di tengah lautan manusia dan suhu ekstrem yang menyentuh angka 45°C hingga 47°C. Berkat ketatnya regulasi waktu dan kesiapan infrastruktur digital, ritual wajib haji lebih dari 1,5 juta jemaah ini berjalan dengan tertib.
Untuk menjamin keselamatan jemaah haji Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberlakukan jadwal spesifik serta larangan melontar pada jam-jam terik selama Hari Tasyrik.
11 Dzulhijjah: Sesi I (17.00–24.00 WAS), Sesi II / 12 Dzulhijjah dini hari (00.00–04.00 WAS). Waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00–18.00 WAS.
12 Dzulhijjah: Sesi I (05.00–10.30 WAS), Sesi II (18.00–24.00 WAS). Waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00–14.00 WAS
13 Dzulhijjah: Jadwal operasional pukul 05.00–12.00 WAS (tanpa waktu larangan khusus).
PPIH Arab Saudi mengarahkan jemaah Indonesia yang berada di tenda Mina untuk melontar melalui jalur Jamarat Lantai 3. Fasilitas modern ini dilengkapi dengan :
340 eskalator untuk mengatur pergerakan jemaah agar tidak berbenturan.
682 kamera pengawas digital yang memantau massa selama 24 jam penuh untuk mendeteksi potensi penumpukan.
Untuk menghadapi sengatan cuaca ekstrem, otoritas Saudi mengoperasikan sistem pendingin udara terpusat dan 241 kolom kipas kabut (mist fan). Seluruh pemantauan terintegrasi langsung ke ruang Pusat Operasional Cerdas (Smart Moc), memungkinkan otoritas untuk mengambil keputusan cepat.
Untuk memperkuat layanan selama fase Mina, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina di berbagai pos pantau, jalur pergerakan, dan pos rute Jamarat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, di Jakarta, Kamis (28/5/2026), menegaskan bahwa tim Mobile Crisis Rescue (MCR) juga disiagakan di kawasan Jamarat.
"Tim ini disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan jemaah selama pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik," ujarnya.
Kemenhaj memastikan seluruh fasilitas mulai dari konsumsi, kesehatan, hingga pelindungan jemaah akan terus diperkuat hingga seluruh rangkaian ibadah Armuzna selesai.