Balai Pengobatan Gratis, Di Solo Diresmikan Bersaamaan Peringatan Hari Lahir Pancasila

Balai Pengobatan Gratis, Di Solo Diresmikan Bersaamaan Peringatan Hari Lahir Pancasila
Peresmian Balai Pengobatan Gratis Di Joyontakan Solo Bersamaan Peringatan Hari lahir Pancasila ( Senin.1 Juni 2026, Dan )

Solo - Spektroom : Tepat di hari peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 2026, aksi kemanusiaan diluncurkan di Kalurahan Joyontakan Kecamatan Serengen Solo berupa pembukaan klinik pengobatan gratis yang diberi nama Balai Pengobatan Sosial Bhineka.

Dipilih bertepatan moment peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai landasan ideologis sengaja untuk mengobarkan kembali semangat gotong-royong antar elemen masyarakat.

Usai peresmian saat dikonfirmasi, Salah satu pendiri Balai Pengobatan Sosial Bhinneka, Billy Lio Santiko, menjelaskan balai pengobatan sepenuhnya diikrarkan untuk gerakan sosial yang mandiri dan steril dari segala bentuk agenda politik maupun kepentingan golongan tertentu.

Harapannya juga guna mendorong masyarakat untuk bisa bergotong royong saling tolong menolong dari berbagai elemen masyarakat.

"Jadi harapannya kami sih kita ini pengin bisa bergotong-royong ya dari berbagai elemen masyarakat mulai dari yang sederhana. Pas kebetulan ada dokter yang bersedia untuk melayani kesehatan masyarakat secara gratis," Jelas BBilly

Seluruh fasilitas,konsultasi dokter umum dan obat-obatan tidak dipungut biaya, pihak pengelola mengemasnya dengan sistem pembayaran sukarela, termasuk menggunakan ucapan terima kasih atau doa demi menjaga martabat pasien.

Billy menambahkan, pendirian tempat ini berawal dari gerakan spontanitas sang istri yang aktif dalam kegiatan donor darah di wilayah Solo Raya.

Melihat banyaknya keluhan kesehatan mendasar dari masyarakat bawah yang sering kali abai terhadap sanitasi lingkungan, yang akhirnya tergerak untuk membangun fasilitas pengobatan yang sifatnya berkelanjutan dan inklusif.

Kehadiran klinik yang berdiri tanpa membawa bendera kelembagaan agama atau organisasi kemasyarakatan (ormas) mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.

Fasilitas gratis juga untuk memotong jarak birokrasi dan biaya, sehingga masyarakat kurang mampu dapat langsung mengakses layanan kesehatan primer dengan mudah.

Respons positif pun langsung datang dari warga sekitar yang mengaku sangat terbantu dengan hadirnya tempat pengobatan yang dekat dengan pemukiman tersebut.

Salah seorang warga, Dwi Lestari, mengaku gembira karena keberadaan klinik gratis ini dapat memfasilitasi pemeriksaan penyakit tanpa membebani kondisi finansial keluarga.

"Ya senang sih, kan bisa memeriksa sakitnya apa gitu kan gratis juga. Semoga ya bisa membantu, ada pemeriksaan secara gratis kan bisa meringankan," kata Dwi.

Dalam pembukaan Balai Pengobatan gratis juga diwarnai bakti sosial berupa cek kesehatan gratis dan aksi donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta.

Klinik sosial ini dijadwalkan beroperasi secara rutin setiap hari Senin hingga Sabtu selama tiga jam setiap harinya dengan dukungan relawan dari tenaga medis. (Dan)