Trending

Bangunan Rampung, Warga Palangka Raya Masih Menanti Manfaat Koperasi Merah Putih

Bangunan Rampung, Warga Palangka Raya Masih Menanti Manfaat Koperasi Merah Putih
Fisik Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Palangka Raya. (Foto: dok/Edi)

Palangka Raya-Spektroom : Bangunannya sudah selesai, tetapi manfaatnya belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Itulah kondisi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Palangka Raya yang kini masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana sebelum dapat dioperasikan.

Di balik bangunan yang telah rampung, ada harapan masyarakat terhadap akses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Mulai dari sembako, pupuk, hingga LPG, koperasi ini diharapkan menjadi salah satu saluran pelayanan ekonomi yang membantu meringankan beban warga.

Ketua Kopdes Merah Putih Kelurahan Bukit Tunggal, Mambang I Tubil, mengatakan pembangunan fisik telah selesai. Namun, sejumlah fasilitas pendukung masih perlu dilengkapi sebelum dilakukan pemeriksaan dan serah terima kepada pihak terkait.

“Yang pertama bangunannya sudah selesai, tapi sarana-prasarana kayak Bukit Tunggal itu kan belum lengkap. Jadi, kita tunggu lengkap, dicek semuanya lengkap, baru diserahterimakan kepada KKMP,” ujar Mambang, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih memiliki posisi strategis dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan gedung, tetapi benar-benar menjadi sarana penyaluran kebutuhan masyarakat, terutama barang yang mendapat subsidi pemerintah.

Selain kebutuhan pokok, koperasi ini juga diharapkan menyediakan layanan perbankan dan simpan pinjam. Kehadirannya bahkan diharapkan membantu warung-warung kecil memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau, sehingga manfaat koperasi dapat menjangkau pelaku usaha kecil sekaligus konsumen.

Meski demikian, kesiapan operasional tidak hanya bergantung pada bangunan dan kelengkapan fasilitas. Kejelasan aturan juga menjadi hal penting agar pelayanan koperasi berjalan sesuai ketentuan.

Lurah Pahandut, Ahmad Reza, menyampaikan bahwa sejumlah pihak masih menunggu kejelasan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan. Regulasi tersebut diperlukan, antara lain, untuk memperjelas mekanisme keanggotaan serta fasilitas yang dapat diperoleh masyarakat.

“Siapa yang ikut keanggotaan, maka dia akan mendapatkan fasilitas-fasilitas yang artinya yang murah, misalnya seperti gas LPG kalau memang sesuai dengan aturan, misalnya harganya itu di angka harga 16 sampai 18, misalnya,” kata Ahmad Reza.

Pernyataan tersebut menggambarkan harapan terhadap manfaat ekonomi yang dapat diperoleh anggota koperasi. Namun, harga LPG yang disebutkan masih berupa ilustrasi dan perlu mengacu pada ketentuan resmi yang berlaku.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Koperasi Merah Putih bukan semata-mata berapa banyak bangunan yang selesai didirikan. Yang lebih dinantikan masyarakat adalah kapan koperasi benar-benar membuka layanan, menyediakan kebutuhan sesuai ketentuan, dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Bangunan yang rampung menjadi langkah awal. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas, aturan, dan mekanisme pelayanan siap, sehingga harapan masyarakat terhadap koperasi tidak berhenti sebagai janji di atas kertas.
(Polin-Edi)

Berita terkait

HUT ke-3 IWOI Sleman, Jurnalis Didorong Sajikan Berita Faktual dan Tangkal Hoaks

HUT ke-3 IWOI Sleman, Jurnalis Didorong Sajikan Berita Faktual dan Tangkal Hoaks

Sleman-Spektroom : Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Sleman mendapat dukungan dari sejumlah unsur pemerintah dan institusi di Kabupaten Sleman. Momentum ini diharapkan memperkuat profesionalisme jurnalis, menjaga kepercayaan publik, serta mendorong penyajian informasi yang faktual dan berimbang. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah

Fatmawaty, Bian Pamungkas