Bapanas Pantau Harga & Stok Beras di Kota Bandarlampung, Hasilnya Pasokan Beras SPHP Belum Merata
Bandarlampung - Spektroom: Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung memantau harga dan ketersediaan beras di tiga ritel modern dan Pasar Tradisional di Kota Bandarlampung, Senin (5/10/2026).
Hasil pemantauan menemukan stok beras premium terbatas di sejumlah gerai, sementara pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum merata.
Pemantauan dilakukan di Chandra Supermarket Tanjung Karang, Superindo Tirtayasa, dan Indogrosir Soekarno Hatta.
Kegiatan melibatkan Ditreskrimsus Polda Lampung, Satreskrim Polresta Bandarlampung, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Wilayah Lampung, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
Dalam pemeriksaan di Superindo Tirtayasa, stok beras premium dilaporkan kosong selama sekitar satu bulan. Pengelola menyebut pasokan bergantung pada pengadaan dan pengiriman dari kantor pusat.
Sementara itu, Indogrosir Soekarno Hatta hanya menyediakan beras premium kemasan 10 kilogram, yakni merek Rosa sebanyak 8 ton atau sekitar 800 sak dan Dua Koki sekitar 100 sak. Beras kemasan 5 kilogram tidak tersedia saat pemeriksaan.
Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Pol Heri Heryawan mengatakan, pengawasan dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan distribusi dan perdagangan beras berjalan sesuai aturan.
Pengawasan juga diarahkan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran apabila ditemukan bukti yang cukup.
"Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung juga melakukan pemantauan di pasar tradisional seperti di Pasar Way Halim, Pasar Pasir Gintung, Pasar Tugu, Pasar Kangkung, serta Toko Beras Sariwangi Teluk di Kota Bandar Lampung," ujar Heri Heryawan.
Melalui kegiatan ini, pengawasan diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi harga dan ketersediaan beras, sekaligus menjadi dasar koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan melindungi masyarakat sebagai konsumen.
Sementara dikesempatan yang sama Analis Ketahanan Pangan (AKP) Ahli Muda Bapanas, Akber Maulad menyampaikan Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat sekaligus memantau perkembangan harga beras di tingkat pedagang.
"Kita sudah lakukan di beberapa pasar. Tadi yang pertama di Pasar Way Halim, Pasar Tugu, Pasar Pasir Gintung dan Pasar Kangkung," kata Akber.
Menurutnya, fokus utamanya adalah untuk memastikan stok beras tetap tersedia dan aman di wilayah Bandarlampung.
"Tugas kami di sini untuk memastikan bahwa stok tersedia, yang pertama. Karena memang perintah dari Kepala Badan Pangan Nasional agar seluruh masyarakat Indonesia tidak kekurangan beras. Artinya stok aman tersedia di masing:masing daerah," ujarnya.
Selain beras premium, Satgas juga memantau ketersediaan beras SPHP. Di Chandra Supermarket, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp 62.500.
Namun, stok di Superindo saat pemeriksaan sedang kosong, sedangkan Indogrosir melaporkan pasokan SPHP terbatas dan tidak menentu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena beras SPHP berperan sebagai alternatif bagi masyarakat ketika beras premium sulit diperoleh.
Disejumlah wilayah, penyerapan stok SPHP dilaporkan berlangsung cepat sehingga kelancaran pengiriman menjadi salah satu faktor penting.(@Ng).