Beberapa Stasiun Televisi Luar Negeri akan Meliput Parade Surabaya Juang 2026
Surabaya-Spektroom : Parade Surabaya Juang 2026 tidak sekadar menghadirkan kembali suasana perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga menjadi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya. Tahun ini, Pemkot mengangkat kisah Soegiharto, pemain Persebaya era 1930-an yang turut terlibat dalam perjuangan melawan Sekutu.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Irwan Andeska Machmudi, mengatakan pengangkatan sosok Soegiharto juga berkaitan dengan persiapan Surabaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
“Pada 2027 Surabaya menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur. Kami ingin menghidupkan suasana olahraga melalui sosok yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan Surabaya,” kata Irwan dalam konferensi pers di Ruang Rapat Romansa Disbudporapar Surabaya, Jumat (30/10/2026).

Kisah Soegiharto ditampilkan melalui adegan teatrikal yang menggambarkan perjalanan dirinya sebagai pemain sepak bola hingga memutuskan bergabung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Persebaya juga akan hadir dalam barisan parade dengan membawa trofi Piala Presiden, bersama tim futsal Bintang Timur Surabaya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim, mengatakan Parade Surabaya Juang juga diarahkan menjadi sarana promosi wisata ke pasar internasional.
Pemkot menggandeng sejumlah hotel untuk menyebarluaskan informasi kegiatan kepada para tamu, sekaligus mengundang perwakilan kedutaan agar dapat menyaksikan langsung parade tersebut.
Bahkan, Pemkot telah mengajukan Parade Surabaya Juang untuk masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027. Berkas pengajuan telah disampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan kini menjalani proses verifikasi.
Sutradara Parade Surabaya Juang 2026, Heri Lentho, menjelaskan sebanyak 2.150 peserta, termasuk 375 reenactor dari berbagai daerah, akan menampilkan atraksi dan koreografi sepanjang rute Tugu Pahlawan hingga Balai Pemuda.
Selain teatrikal perjuangan dan koreografi laskar bambu runcing, barisan Surabaya Hebat juga menampilkan visualisasi prestasi Persebaya dan Bintang Timur Surabaya.
Menurut Heri, parade ini tidak hanya menghadirkan tontonan sejarah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui kebutuhan transportasi, penginapan peserta dari luar daerah, serta pelibatan UMKM bersama Kecamatan Genteng.
Antusiasme terhadap kegiatan ini juga terlihat dari pendaftaran peliputan oleh dua stasiun televisi dari Prancis dan Korea. Kehadiran media asing tersebut diharapkan memperluas pengenalan sejarah dan budaya Surabaya ke dunia internasional.
Di sisi lain, Pemkot menyiapkan pengamanan khusus karena parade berlangsung bersamaan dengan pameran ARTSUB di kawasan Balai Pemuda. Koordinasi dilakukan dengan panitia dan pengelola lokasi, termasuk pemasangan barikade lapis kedua di sekitar bangunan kaca dan area Balai Pemuda agar kedua kegiatan berlangsung aman dan lancar.