Bengkalis Lokasi Diskusi Pembelajaran Perlindungan Rehabilitasi Mangrove Internasional

Bengkalis Lokasi Diskusi Pembelajaran Perlindungan Rehabilitasi Mangrove Internasional
Peserta Diskusi Global Mangrove Alliance Indonesia Chapter. (Foto: diskominfotik Bkls)

Spektroom - Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter, bersama LPHD Desa Teluk Pambang, menggelar diskusi “Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesia” pada 3 – 5 Februari 2026 di Bengkalis, sekaligus melakukan lokakarya kunjungan lapangan ke Desa Teluk Pambang.

Pulau Bengkalis cukup aktif dalam satu dekade terakhir melakukan berbagai upaya konservasi mangrove, salah satunya di Desa Teluk Pambang berhasil menekan laju degradasi mangrove hingga 96%, dari 27 hektare per tahun (2016-2021) menjadi hanya 1 hektare per tahun (2022-2024). Keberhasilan ini tak lepas dari peran pemerintah kabupaten dan desa, serta kelompok mangrove desa, yang berkomitmen melakukan rehabilitasi dan perlindungan mangrove.

Diskusi dalam kegiatan ini membahas berbagai kebijakan strategis terkait perlindungan dan rehabilitasi, yang mencakup regulasi, pendanaan, manfaat, serta dampak perekonomian masyarakat yang berkelanjutan dari projek tersebut.

Tujuan Country Proposition
Indonesia menjadi salah satu negara prioritas dalam inisiatif global “Mangrove Breakthrough” yang digagas oleh Global Mangrove Alliance (GMA) bekerja sama dengan UN Climate Change High-Level Champions, serta pemerintah, sektor swasta, dan donor. Inisiatif ini memiliki sebuah tujuan besar, yaitu konservasi 15 juta hektare hutan mangrove di seluruh dunia, melalui perlindungan, rehabilitasi, serta menurunkan laju degradasi mangrove.

Inisiatif GMA di Indonesia melibatkan sejumlah organisasi konservasi, yaitu Wetlands International Indonesia, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Konservasi Indonesia, dan Yayasan WWF Indonesia. Pada 2025 lalu, kolaborasi yang disebut sebagai GMA Indonesia Chapter telah menghasilkan Country Proposition Indonesia, sebuah konsep yang memuat informasi terkait landscape partnership, mekanisme pendanaan, dialog kebijakan, peningkatan kapasitas, serta implementasi perlindungan dan pengelolaan mangrove di Indonesia.

Lokakarya dibuka oleh Kepala UPT KPH Bengkalis Pulau, Muhammad Padli, Selasa 3 Februari 2026, di salah satu Restoran Hotel Bengkalis. Pada kesempatan itu, Padli mengatakan bahwa pentingnya keberadaan hutan mangrove ini sebagai benteng abrasi Pulau Bengkalis.

"Kita UPT KPH Bengkalis Pulau tentunya menyambut baik dengan digelarnya kegiatan ini di Pulau Bengkalis, kita berharap kegiatan ‘Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesia’, dapat membangkitkan gairah atau semangat para pelaku restorasi mangrove di Pulau Bengkalis," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas LHK Provinsi Riau, Irzal Fakhrozi, turut menyambut baik atas diselenggarakan lokakarya ini. "Harapan kami dengan adanya acara ini kita bisa sharing serta berbagi cerita, informasi, pengalaman, pengetahuan tentang perlindungan dan rehabilitasi mangrove," ujarnya.

Ketua Yayasan Lahan Basah (YLB), Apri Susanto Astra, mengatakan bahwa salah satu alasan dilakukan diskusi di Bengkalis, karena Pulau Bengkalis memiliki paket lengkap untuk kegiatan konservasi, restorasi dan rehabilitasi mangrove.

Kunjungan rombongan GMA di kawasan wisata mangrove kelompok konservasi Paghet Seghagah Desa Kelapapati. (Foto: Diskominfotik Bkls)

"Setelah sharing ini, kami berharap ada masukan atau memberikan pandangan baru untuk organisasi yang lain, sehingga dapat mencapai target tujuan pengolahan restorasi mangrove arahnya lebih baik dan tepat," ujarnya.

Selanjutnya Partnership Coordinator YKAN, Fadil Nandila, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan melahirkan sebuah konsep baru atau terobosan terhadap kegiatan perlindungan dan rehabilitasi mangrove.

"Mudah-mudahan dari pertemuan ini kita ketemu konsep baru yang bisa kita aplikasikan di beberapa wilayah, hari ini kita belajar bareng, guna mencapai tujuan bersama, sehingga kegiatan restorasi mangrove ini benar-benar berhasil kita diterapkan secara berkelanjutan," ujar Fadil.

Usai berdiskusi, rombongan GMA langsung melanjutkan kunjungan ke lapangan, di kawasan wisata mangrove Kelompok Konservasi Paghet Seghagah, Desa Kelapapati. Tiba di Lokasi, rombongan disambut langsung Ketua Kelompok Konservasi Paghet Seghagah, Rio Pernandes, bersama Ketua LSM Bahtera Melayu, Defitri Akbar.
Rio mengucapkan selamat datang kepada rombongan Global Mangrove Aliansce Indonesia Chapter, ia juga mengajak rombongan untuk melihat kawasan konservasi mangrove yang sudah dilakukan sekaligus menuju ke spot pancing Paghet Seghagah. (SN)

Berita terkait

KAI Daop 6 Yogyakarta Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Lewat Inspeksi Operasional

KAI Daop 6 Yogyakarta Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Lewat Inspeksi Operasional

Spektroom — Menjelang masa mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menegaskan kesiapan penuh dalam menghadapi Angkutan Lebaran. KAI memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama melalui pengecekan menyeluruh terhadap prasarana, sarana, dan sumber daya manusia (SDM). Manager Humas KAI Daop 6

Bian Pamungkas