Benteng Damai di Balik Gawai: Sisi Edukatif Densus 88 di Ponpes Darul Amin

Benteng Damai di Balik Gawai: Sisi Edukatif Densus 88 di Ponpes Darul Amin
Tim Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Densus 88 Antiteror Mabes Polri di ponpes Darul Amin. (Foto: Humas DA)

Palangka Raya-Soektroom: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menunjukkan sisi humanisnya dengan hadir sebagai mitra edukasi bagi ratusan santri di Pondok Pesantren Darul Amin, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan radikalisme kini tidak lagi cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, melainkan harus menyentuh dunia pendidikan.

Dalam ruang aula yang dipenuhi santri tersebut, Densus 88 tidak membawa narasi penangkapan, melainkan ruang dialog yang hangat. Langkah ini diambil mengingat posisi strategis pesantren dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat, terbuka, dan mampu menyaring derasnya arus informasi di ruang digital.

Mewakili Satgas Wilayah Kalimantan Tengah, Iptu Ganjar Satrio mengatakan tugas Densus 88 tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku terorisme, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan santri.

"Pencegahan adalah langkah penting untuk memutus rantai penyebaran paham radikalisme dan terorisme," ujarnya,Jumat (24/7/2026)

Pihak Densus 88 menekankan bahwa ancaman terbesar saat ini bukan lagi sekadar aksi teror fisik, melainkan penyusupan ideologi radikal yang perlahan masuk melalui layar gawai. Oleh karena itu, santri diajak untuk lebih waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang beredar di media sosial.

Melalui edukasi ini, para santri diharapkan pulang membawa pemahaman baru tentang arti menjaga kedamaian. Upaya merawat persaudaraan tersebut nyatanya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari, seperti berpikir kritis sebelum percaya, serta memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

Kehadiran Densus 88 di Kota Cantik Palangka Raya pagi itu menjadi bukti bahwa benteng paling kokoh melawan radikalisme adalah lahirnya generasi muda yang cerdas, moderat, dan mencintai perdamaian

Berita terkait

Pemko Batam Alihkan Fokus Pembangunan ke Pemberdayaan Masyarakat dan SDM

Pemko Batam Alihkan Fokus Pembangunan ke Pemberdayaan Masyarakat dan SDM

Batam - Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya untuk mengarahkan fokus pembangunan pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, tidak lagi semata-mata bertumpu pada infrastruktur. Langkah ini diambil guna memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad,

Desmawati, Heriyoko
Disertasi Nurhasanah: Inovasi Bahan Ajar Tarikh ISMUBA Raih Gelar Doktor di UIJ

Disertasi Nurhasanah: Inovasi Bahan Ajar Tarikh ISMUBA Raih Gelar Doktor di UIJ

Jakarta - Spektroom : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta (UIJ) kembali melahirkan lulusan terbaiknya. Promovenda Nurhasanah, dengan NPM 5321011, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Tarikh Dalam ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab) Di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta" dalam sidang promosi doktor

Asmari, Heriyoko