Bhabinkamtibmas Polda Kalbar Dampingi Petani Jagung di Perbatasan
Sanggau - Spektroom : Hamparan lahan jagung seluas 2 hektare di Dusun Semanget Ninjau, Desa Semanget, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, menjadi gambaran potensi pertanian di kawasan perbatasan Indonesia.
Dilahan milik Sukarni, seorang warga yang sukarela mengembangkan pertanian, panen raya jagung hibrida Kuartal II 2026 menghasilkan capaian yang menjanjikan.
Panen yang berlangsung Selasa (13/10/2026) mencatatkan estimasi produksi mencapai 30,72 ton jagung tongkol basah. Produktivitasnya diperkirakan mencapai 15,36 ton per hektare.
Angka tersebut menjadi bukti kawasan perbatasan yang selama ini identik dengan aktivitas lintas negara juga menyimpan potensi besar sebagai salah 1 penopang ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan itu tidak terlepas dari pendampingan jajaran Polsek Entikong, Polres Sanggau, yang terlibat dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Kehadiran kepolisian di tengah petani menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif agar memberikan nilai ekonomi dan manfaat berkelanjutan bagi warga.
Bagi kawasan perbatasan, pengembangan pertanian bukan sekadar persoalan menanam dan memanen. Lebih dari itu, sektor ini berpeluang membuka ruang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat kemandirian pangan, serta meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia.
Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan keberhasilan panen jagung di Entikong menjadi salah 1 gambaran potensi pertanian di wilayah perbatasan yang perlu terus dikembangkan.
Kapolda Kalbar memberikan perhatian terhadap keterlibatan jajaran kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan, termasuk melalui pendampingan petani dan sinergi dengan instansi terkait.
Capaian panen di Entikong menunjukkan pengelolaan lahan secara intensif dan berkelanjutan dapat membuka peluang besar bagi pengembangan pertanian di kawasan perbatasan.
Polda Kalbar berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong masyarakat di wilayah perbatasan lainnya untuk memanfaatkan lahan produktif secara optimal. Upaya itu diperkuat melalui kerja sama kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani.
Melalui kolaborasi, pertanian di perbatasan diharapkan tidak hanya menghasilkan panen yang melimpah, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian pangan nasional.
Dari lahan Sukarni di Entikong, pesan itu menemukan bentuk nyata: kawasan perbatasan bukan hanya beranda terdepan Indonesia, melainkan juga memiliki peluang untuk tumbuh sebagai salah satu kekuatan pangan negeri.