BMKG Edukasi Warga Banyumas Hadapi Potensi Gempa, Sesar Ajibarang Jadi Perhatian
Banyumas–Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat upaya mitigasi bencana gempa bumi di Kabupaten Banyumas. Mitigasi bencana diawali dengan kegiatan sekolah lapang dan melakukan Audiensi dengan bupati Banyumas, Rabu (29/7/2026).
Tim BMKG terdiri dari 7 orang, dipimpin Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, S.Si., M.Si., diterima Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr.Nelly Florida Riama menjelaskan, Banyumas menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena memiliki potensi gempa bumi.
Meski gempa tidak dapat diprediksi kapan terjadi, BMKG dapat mengidentifikasi potensi sumber gempa sehingga masyarakat perlu dibekali pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri.
"Gempa tidak bisa diprediksi, tetapi potensinya bisa diketahui. Karena itu masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Itulah tujuan BMKG hadir memberikan literasi dan edukasi," ujarnya.
Menurutnya, antusiasme peserta Sekolah Lapang Geofisika sangat tinggi. Namun, mengingat jumlah penduduk Banyumas mencapai sekitar 1,8 juta jiwa, BMKG berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi yang menyebarkan pengetahuan kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr.Nelly Florida Riama mengungkapkan bahwa BMKG telah mengidentifikasi keberadaan Sesar Ajibarang sebagai sesar aktif yang melintasi wilayah Ajibarang, Cilongok hingga Karanglewas.
Keberadaan sesar ini menjadi salah satu sumber potensi gempa di wilayah Banyumas yang perlu terus dikaji lebih mendalam.
Selain Sesar Ajibarang, hasil pemantauan BMKG juga menemukan sejumlah aktivitas kegempaan yang diduga berasal dari sesar aktif lain yang hingga kini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Meski demikian, Dr.Nelly Florida Riama menegaskan kajian tersebut bukan untuk menimbulkan keresahan di masyarakat.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut, tetapi harus meningkatkan kewaspadaan dengan memahami risiko bencana dan menerapkan bangunan yang memenuhi kaidah tahan gempa.
"Kajian ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Kita hidup di wilayah rawan bencana, sehingga yang terpenting adalah kesiap siagaan. Silakan tetap beraktivitas dan tinggal di wilayah tersebut, namun dengan memperhatikan konstruksi bangunan yang tahan gempa," katanya.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyambut baik langkah BMKG dalam meningkatkan literasi kebencanaan kepada masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi mengenai potensi sesar aktif dan langkah penyelamatan diri sangat penting agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi.
Sadewo juga berharap ke depan kabupaten Banyumas, memiliki kantor BMKG sendiri.
"Dengan adanya Sesar Ajibarang, seyogyanya di kabupaten Banyumas memiliki kantor BMKG seperti Banjarnegara, Cilacap dan daerah lain," pungkas Sadewo.