BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca di Wilayah Maluku Utara Masih Hujan Disertai Angin Kencang

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca di Wilayah Maluku Utara Masih Hujan Disertai Angin Kencang
Sumber:BMKG

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Kamis (2/7/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 2 - 8 Juli 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Justia P. D. Galensong dalam releasenya mengatakan, Kondisi Dinamika pada periode ini tidak berpengaruh signifikan di wilayah Maluku Utara.

Namun adanya pola belokan angin dan pengaruh lokal, perlambatan dan pertemuan angin, serta anomali suhu muka laut yang aktif dalam penambahan massa uap air di sekitar laut Maluku berpotensi mendukung pembentukan awan konvektif di sekitar wilayah Maluku Utara.

“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga hujan sedang di wilayah Maluku Utara,” ujar Justia.

BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang. Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut:

Tanggal 2 - 3 Juli 2026 Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan sekitarnya.

Tanggal 4 - 5 Juli 2026 Potensi hujan dengan intensitas hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.

Tanggal 6 - 8 Juli 2026 Potensi hujan dengan intensitas ringan dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Taliabu dan sekitarnya.

Kepada Pemerintah daerah dan masyarakat BMKG mengimbau agar memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Selain itu, koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait perlu ditingkatkan guna mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Justia.

Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.

Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate.

Berita terkait

Rakor PKPN Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026, Fokus pada 6 Program Strategis Presiden

Rakor PKPN Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026, Fokus pada 6 Program Strategis Presiden

Jakarta - Spektroom: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Bani Ispriyanto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Priotitas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026 dengan tema "Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan". Kegiatan tersebut berlangsung di

Anggoro AP