BMKG Minta Masyarakat Maluku Utara Waspada Dampak Suklon Tropis Champi
Ternate-Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan Siklon Tropis Champi telah memasuki wilayah pemantauan Indonesia. Meski pusat badai tidak melintasi daratan, siklon ini diprediksi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Tanah Air.
Sesuai data pemutakhiran, Siklon Tropis Champi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 96W. Sistem cuaca ini telah mencapai intensitas siklon tropis sejak 15 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, saat masih berada di luar Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.
Sistem badai tersebut tercatat mulai memasuki AoM TCWC Jakarta pada Senin dini hari, 19 Oktober 2026, pukul 01.00 WIB. Saat ini, posisi siklon terpantau berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah Utara Pulau Papua.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Ketua Tim Forecaster Fahmi Bachdar kepada Spektroom, Senin (19/10/2026) mengatakan, akibat siklon ini diperkirakan kecepatan angin akan mengalami peningkatan, intensitas badai diprakirakan bertahan pada level kategori empat dengan arah pergerakan menuju Barat - Barat Laut. Dampak Tidak Langsung dari fenomena ini ikut memengaruhi kondisi cuaca maritim Indonesia.
"Akibat dari siklon ini ada peluang angin kencang di sebagian wilayah Maluku Utara, juga berkurangnya peluang hujan akibat massa udara basah yang tertarik di sekitarnya ke pusat siklon," ujar Fahmi.
Ia juga menjelaskan bahwa, memang dampak siklon ini tidak langsung tapi berpengaruh terhadap angin kencang di Wilayah Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, sebagian Halmahera Barat, dan Tidore Kepulauan.
Disamping itu juga terjadi Gelombang laut kategori menengah (Moderate Sea) setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi di wilayah perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan Utara Papua Barat Daya hingga Papua, Samudra Pasifik bagian utara mulai dari Maluku hingga Papua.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan armada pelayaran yang beroperasi di wilayah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan. Selain itu juga agar masyarakat lebih berhati hati dalam melakukan aktivitas berlayar terutama di sekitar wilayah terdampak untuk beberapa hari ke depan.
Informasi resmi dapat diperoleh dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.