BPBD Asesmen Potensi Kekeringan di Sejumlah Wilayah Kabupaten Jember

BPBD Asesmen Potensi Kekeringan di Sejumlah Wilayah Kabupaten Jember
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) asesmen potensi kekeringan (Foto BPBD Jember)

Jember-Spektroom : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap potensi bencana kekeringan di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat (28/08/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan bantuan air bersih yang disampaikan oleh RT/RW Dusun Gumuksari. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember bergerak menuju lokasi, setibanya di wilayah yang dilaporkan, petugas berkoordinasi dengan kepala dusun, RT/RW, serta warga untuk memperoleh informasi mengenai kondisi ketersediaan air bersih sekaligus melakukan pengecekan langsung terhadap sumber air yang digunakan masyarakat.

Asesmen difokuskan pada wilayah RT 30/RW 07, Dusun Gumuksari. Dari hasil pemeriksaan lapangan, kondisi sumber air berupa sumur warga masih tergolong aman. Air sumur diketahui tidak keruh, masih dapat digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak, serta dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat untuk saat ini.

Meski demikian, BPBD Jember menemukan adanya potensi kekeringan apabila kondisi kemarau terus berlangsung. Sedikitnya sekitar 30 kepala keluarga di wilayah RT 30/RW 07 tercatat sebagai kelompok yang berpotensi terdampak apabila ketersediaan air mulai mengalami penurunan.

Selain memanfaatkan sumur, sebagian masyarakat menggunakan air sungai untuk kebutuhan mencuci. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan karena kebutuhan air masyarakat dapat meningkat apabila debit sumber air mengalami penurunan seiring berlanjutnya musim kemarau.

Personel TRC BPBD Jember, Firman Arifianto, mengatakan bahwa hasil asesmen menunjukkan wilayah Gumuksari belum berada dalam kondisi darurat kekeringan. Namun, potensi tersebut tetap perlu diantisipasi melalui pemantauan secara berkala.

“Untuk saat ini kondisi sumur warga masih aman. Air masih dapat digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak, tidak keruh, serta masih mencukupi. Namun, wilayah ini tetap memiliki potensi kekeringan sehingga perlu dilakukan pemantauan perkembangan kondisi sumber air,” ungkap Firman. Jumat (28/08/2026)

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan. Edukasi diberikan agar warga dapat mengenali tanda-tanda penurunan ketersediaan air dan segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila situasi mulai memburuk.

Berdasarkan hasil asesmen, Pemerintah Desa Curahmalang akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di Dusun Gumuksari, khususnya wilayah RT 30/RW 07. Apabila nantinya terjadi kekeringan dan kebutuhan air bersih masyarakat meningkat, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Jember melalui pengajuan permohonan penanganan.

BPBD Jember menegaskan bahwa pemantauan dini menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kekeringan. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat apabila terjadi penurunan debit sumber air. (budi)

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti