Miliki Potensi Besar, Lampung Sebagai Salah Satu Penyangga Pangan Nasional

Miliki Potensi Besar, Lampung Sebagai Salah Satu Penyangga Pangan Nasional
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal (kiri) disambut kehadirannya oleh Direktur Polinela Dwi Puji Hartono (tengah) pada Seminar Nasional IPTEK Terapan (SIPTEKTERA) 2026. (Foto Spektroom).

Bandarlampung - Spektroom: Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Seminar Nasional IPTEK Terapan (SIPTEKTERA) 2026, merupakan kegiatan ilmiah nasional sebagai wadah publikasi hasil penelitian, pengembangan inovasi, serta pertukaran gagasan di bidang ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi terapan.

Menurut Kepala P3M Polinela Anung Wahyudi, kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi industri, pemerintah, serta mahasiswa untuk bersama-sama mendiskusikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh ruang diskusi ilmiah dan pengembangan jejaring akademik, tetapi juga kesempatan untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk prosiding seminar nasional maupun jurnal ilmiah sesuai ketentuan yang berlaku" ujar Anung dalam laporannya.

Sementara Direktur Polinela Dwi Puji Hartono menyampaikan, bahwa Polinela Siptektara 2026 mengangkat tema Sinergi, Inovasi, Sain Terapan dan Transformasi Digital dalam Akselerasi SDGs.

audio-thumbnail
Dirpolinela Siptektera
0:00
/154.23

"Tema ini menggambarkan komitmen kita untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan memberikan manfaat yang nyata, memberikan dampak yang positif bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara" ujar Puji Hartono.

Sebagai perguruan tinggi vokasi, lanjut dia, Politeknik Negeri Lampung memiliki berbagai bidang kahlian yang sangat dekat dengan kebutuhan pembangunan saat ini, khususnya di bidang ketahanan pangan, seperti pertanian, tamanan pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, ekonomi dan bisnis, teknik serta teknologi informasi.

"Keberagaman keilmuan ini menjadi satu modal penting bagi Politeknik Negeri Lampung untuk bisa terus didorong menghasilkan sains dan terapan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kita harapkan mampu menjawab persoalan-persoalan nyata di masyarakat maupun di industri" urai Puji Hartono menjelaskan.

Disisi lain, transformasi digital menjadi pengungkit untuk mempercepat proses perkembangan pembangunan di segala bidang.

Diforum yang sama pembicara kunci Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal menyampaikan, produksi padi di Lampung 3.252.627 ton pertahun dengan luas tanam 596,02 Hektare.

"Produksi padi kita ada 3.252.627 ton pertahun, produktivitas sebanyak itu ditopang oleh luas tanam 596,02 hektare sawah dengan nilai ekonomis sebesar 25, 48 Triliun rupiah atau 1.53 Billion US Dollar, menjadi produsen beras terbesar ke 6 Nasional" ujar Gubernur merinci.

Selanjutnya Jagung Produksi 1.259.482,71 ton (Kadar air 14%) ditopang oleh lahan seluas 194.487,77 hektar dengan nilai Ekonomi Rp. 7.58 Triliun (USD 453,83 Million), peringkat 5 Nasional.

Sedangkan produksi Singkong 7.523.296 ton berada di lahan seluas 223.221 hektar.

"Untuk komoditas Tebu 724.068 ton, dari 114.096 hektar lahan dengan nilai ekonomis mencapai 745.3 Millions USD berada di peringkat kedua Nasional" ujar Gubernur Mirza lagi.

Gubernur menambahkan, Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Sesuai hasil pemetaan wilayah pertanian rawan kekeringan di Lampung, untuk kabupaten yang paling rawan terdampak kekeringan ada di Kabupaten Lampung Selatan, kemudian ada 11 daerah yang rawan yakni Bandarlampung, Lampung Barat, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran, Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Waykanan.

"Sedangkan yang hanya berpotensi terdampak ada di daerah Metro, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat"tandas Mirza mengakhiri paparan (@Ng).

Berita terkait

Guru Besar UIN Malang Bongkar Tantangan Keluarga di Era Digital Lewat Bahtsul Masail APMNU

Guru Besar UIN Malang Bongkar Tantangan Keluarga di Era Digital Lewat Bahtsul Masail APMNU

Jombang-Spektroom: Persoalan keluarga dan perlindungan anak semakin sulit dipisahkan dari perkembangan teknologi. Karena itu, keputusan keagamaan dituntut tidak berhenti pada teks, tetapi mampu membaca perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Tantangan tersebut menjadi bagian penting dalam Bahtsul Masail Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) yang digelar di Masjid SMKN

Buang Supeno