BPBD Jember Tebang Pohon untuk Menyelamatkan Bukan Merusak Lingkungan

BPBD Jember Tebang Pohon untuk Menyelamatkan Bukan Merusak Lingkungan

Spektroom - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, kembali melakukan penebangan pohon tua rawan tumbang dan pemangkasan dahan serta ranting pohon yang rawan patah karena hujan disertai angin kencang. Jum'at (21/11/2025).

Hadir dalam acara kegiatan pagi tersebut: Dinas Perhubungan, Camat Patrang, Lurah Jember Lor, Satpol PP Kecamatan Patrang, Tagana Jember Lor, dan RT/RW setempat.

Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo mengatakan, kegiatan awal berkumpul di halaman kantor DPU Bina Marga Jawa Timur, kemudian dibuka dengan doa bersama dan pembagian tim untuk beberapa titik penerbangan dan pemangkasan ranting pohon

Foto BPBD Jember

“Pembagian tim dilakukan agar proses penebangan dan pemangkasan dilakukan secara efisien dan cepat, sebab akhir tahun identik dengan curah hujan yang intens,” ungkapnya.

Menurut Indra Tri Purnomo, apabila turun hujan kegiatan ini akan sedikit terkendala karena licinnya pohon jika dijadikan pijakan sebelum pemotongan rantingnya.

“Proses memotong pohon tua yang berdiri tegak di tepi jalan selama puluhan tahun sekilas, pemandangan ini seperti bentuk perusakan lingkungan. Namun bagi warga sekitar, pemotongan pohon tersebut justru menjadi bentuk kepedulian dan perlindungan terhadap keselamatan mereka,” tegasnya.

Foto BPBD Jember

“Pohonnya sudah miring dan rantingnya sering jatuh saat angin kencang. Kami takut kalau tidak segera ditangani, bisa menimpa pengendara atau rumah warga,” kata Pak Yus sebagai ketua RT 001 yang rumahnya hanya beberapa meter dari lokasi pohon.

Proses pemotongan dilakukan dengan pengawasan petugas teknis dan disertai pemangkasan bertahap. Beberapa batang yang masih sehat disisakan untuk menjaga kesan hijau. Kayu hasil penebangan dimanfaatkan kembali oleh warga untuk keperluan pembangunan ringan dan kerajinan. Lurah Jember Lor menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan berdasarkan laporan warga serta hasil survei lapangan. “Kami tetap mengedepankan keseimbangan antara keselamatan dan pelestarian. Pohon-pohon yang masih sehat akan dirawat, sementara yang membahayakan akan ditangani sesuai prosedur,” jelasnya.

“Tak hanya mencegah kecelakaan, pemotongan pohon juga memberi manfaat tambahan seperti meningkatkan visibilitas jalan,” tambahnya.

Terutama di tikungan sempit, mencegah kerusakan infrastruktur, seperti kabel listrik atau atap rumah akibat ranting tumbuh liar, memberi ruang bagi pejalan kaki karena beberapa titik akar pohon merusak trotoar pinggir jalan. (Budi S)

Berita terkait

Disambut Gubernur Aceh, Relawan Unesa Salurkan Bantuan dan Beri Psikososial Hingga Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir.

Disambut Gubernur Aceh, Relawan Unesa Salurkan Bantuan dan Beri Psikososial Hingga Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir.

Spektroom - Tim relawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, konselor, dan ahli kebugaran memberikan layanan psikososial dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana banjir di sejumlah Posko Pengungsian Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tim Unesa yang dipimpin Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategi (PPIS), Mutimmatul

Agus Suyono, Buang Supeno
Pemprov Lampung Tetap Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Hak  Penyandang Disabilitas

Pemprov Lampung Tetap Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Hak Penyandang Disabilitas

Spektroom - Wakil Gubernur Jihan Nurlela selaku Ketua Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperjuangkan kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam aspek aksesibilitas lapangan pekerjaan. Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan Nurlela saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025

Anggoro AP