Peringati Hardiknas 2026, Wawako Maigus: Inti Pendidikan Adalah Memanusiakan Manusia

Peringati Hardiknas 2026, Wawako Maigus: Inti Pendidikan Adalah Memanusiakan Manusia
Upacara Peringatan Hardiknas 2026 di lapangan Apeksi Balai Kota Padang. (Foto: Diskominfo Kota Padang)

Padang-Spektroom : Pemerintah Kota Padang menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di Lapangan Apeksi, Balai Kota Padang, Sabtu (2/5/2026). Upacara dipimpin langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.

​Upacara dihadiri jajaran pemangku kepentingan di Kota Padang, di antaranya. DPRD Kota Padang, Diwakili Komisaris Komisi 4, Erianto Mahmuda. Unsur Forkopimda, Perwakilan Dandim, Polres, Kejaksaan Negeri Padang, dan Ketua Pengadilan. Kemudian, Pj Sekda Kota Padang, Raju Minropa beserta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Lembaga Negara, Perwakilan Ombudsman Wilayah Sumatera Barat. Kepala Sekolah tingkat PAUD, TK, SD, serta SMP negeri dan swasta se-Kota Padang.

​Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menekankan bahwa esensi dari proses pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya untuk memanusiakan manusia. Beliau mengingatkan kembali nilai-nilai yang diletakkan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.

​"Pendidikan harus berlandaskan sistem AMONG, yaitu: Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), serta Asuh (pendampingan dan pembinaan)," ujar Maigus Nasir

​Buya maigus, juga memaparkan bahwa sesuai amanat UUD 1945 dan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun watak peradaban. Membentuk insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mewujudkan manusia berakhlak mulia, terampil, mandiri, serta sehat jasmani dan rohani. Menanamkan nilai kejujuran dan rasa tanggung jawab.

​Maigus Nasir menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha kolektif untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tangguh. Hal ini menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara yang maju, makmur, dan bermartabat.

​"Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru. Guru bukan hanya pengajar, melainkan teladan, agen pembelajaran, dan agen peradaban," pungkasnya.

​Peringatan ganda ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat komitmen dalam memajukan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kemandirian daerah melalui semangat Otonomi Daerah yang telah memasuki usia tiga dekade. (RRE/Defrianto/Taufik/Viqi)

Berita terkait

Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan

Sebanyak 4.000 Pekerja Pemilah Sampah di Bantargebang Dapat Perlindungan

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola lama angkut, buang, dan timbun menjadi pilah, angkut, dan olah. Transformasi ini tidak hanya menyasar pengurangan sampah yang berakhir di Bantargebang, tetapi juga memastikan pekerja informal di sektor persampahan mendapat perlindungan sosial. Gubernur DKI Jakarta, Pramono

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Dunia Bergejolak, Ekonomi Indonesia Tetap Bergerak

Dunia Bergejolak, Ekonomi Indonesia Tetap Bergerak

Banjarmasin-Spektroom : Banjarmasin-Spektroom – Gejolak ekonomi global belum sepenuhnya mereda. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat hingga tekanan inflasi masih menjadi tantangan bagi perekonomian dunia. Namun, kondisi tersebut belum menggoyahkan sektor jasa keuangan Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional hingga

Junaidi, Bian Pamungkas
Merokok Sambil Mengemudi Bisa Didenda Rp750 Ribu, Ini Aturannya

Merokok Sambil Mengemudi Bisa Didenda Rp750 Ribu, Ini Aturannya

Surakarta – Spektroom: Kebiasaan merokok sambil mengemudi masih kerap dijumpai di jalan raya. Padahal, aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu konsentrasi pengendara, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, pakar transportasi nasional sekaligus Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, meminta pemerintah lebih konsisten menegakkan aturan larangan

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
ссс