Trending

BPBD Kota Padang Evakuasi 8 Warga di Dadok Tunggul Hitam Menggunakan Perahu Karet

BPBD Kota Padang Evakuasi 8 Warga di Dadok Tunggul Hitam Menggunakan Perahu Karet
BPBD Kota Padang evakuasi 8 orang warga Dadok Tunggul Hitam dengan perahu karet. (Foto: BPBD Kota Padang)

Spektroom - Hujan dan angin kencang yang melanda Kota Padang mulai Kamis (1/1/2026) malam hingga Jumat (2/1/2026) ini membuat sejumlah wilayah banjir. Diantara titik terparah banjir adalah di Jalan DPR Ujung Gang Babussalam 6 RT 04 RW 08 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

Di lokasi tersebut, tim BPBD Kota Padang harus melakukan evakuasi terhadap 8 warga yang terjebak banjir. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet.

"Evakuasi dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB dan warga dibawa ke tempat yang lebih aman di Mesjid Almanar," kata Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.

Warga yang dievakuasi antara lain Afrizal (54), Nelmawati (52), Syamsul (30), Fadlan (5), Aurel (3), Reni (32), Nisa (7), dan Rehan (13). Mereka dalam kondisi aman dan sehat.

Dalam melakukan evakuasi, tim BPBD Kota Padang dibantu TNI/Polri, pihak kecamatan, kelurahan, Satpol PP, KSB, dan masyarakat. Turut hadir dalam proses evakuasi Ketua DPRD Kota Padang dan Sekda Kota Padang.

Warga senantiasa diimbau untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir dan longsor. Untuk bantuan atau informasi, warga dapat menghubungi Call Center Padang Sigap 112 atau (0751) 778775. (RRE/Taufik)

Berita terkait

Pemkab Sleman Luncurkan Venue Sleman, Pembayaran Retribusi Fasilitas Publik Kini Digital

Pemkab Sleman Luncurkan Venue Sleman, Pembayaran Retribusi Fasilitas Publik Kini Digital

Sleman-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman mulai memperluas digitalisasi layanan publik melalui aplikasi Venue Sleman. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengecek ketersediaan fasilitas olahraga dan rekreasi, melakukan pemesanan, hingga membayar retribusi secara non-tunai tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, melalui kick-

Fatmawaty, Bian Pamungkas