BPBD Maluku Utara Surati Kabupaten/Kota Antisipasi Kondisi Cuaca Ekstrem

BPBD Maluku Utara Surati Kabupaten/Kota Antisipasi Kondisi Cuaca Ekstrem
Sumber:BPBD Malut

Spektroom - Menyikapi kondisi cuaca ekstrem do Wilayah Maluku Utara sesuai release peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate dalam seminggu ke depan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara menindaklanjuti peringkat dini ke  BPBD kabupaten Kota.

BPBD Maluku Utara dalam suratnya tertanggal 5 Januari 2025, perihal peringatan dini cuaca dan potensi cuaca ekstrem wilayah Provinsi Maluku Utara tanggal 5 - 11 Januari 2026 yang ditandatangani Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara Fehbi Alting.

Dalam surat tersebut disampaikan agar BPBD Kabupaten/Kota meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam mengantisipasi kemungkinan adanya potensi ancaman bencana Hidrometeorologi.

Mempersiapkan sumber daya dan terus mengupdate informasi cuaca melalui BMKG.
Disamping itu juga memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (Curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak. Memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi.

Kepada masyarakat dihimbau agar dapat mengambil langkah-langkah dengan kenali potensi bencana di lingkungan masing-masing, segera evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi potensi bencana, seperti banjir dan longsor.

Waspadai aktivitas di wilayah rawan seperti pesisir pantai dan area perbukitan, Jauhi area pepohonan tua atau rawan tumbang, selalu periksa prakiraan cuaca sebelum bepergian dengan moda transaksi darat, laut dan udara, selalu ikuti dan dapatkan informasi resmi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate.

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс