BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Program PEKA, Kolaborasi Lintas Sektor Bekali Ahli Waris Berwirausaha
Jakarta-Spektroom : BPJS Ketenagakerjaan memastikan perlindungan pekerja tidak berhenti pada penyerahan santunan kepada ahli waris. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), penerima manfaat didorong kembali produktif melalui pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan memperkuat Program PEKA melalui kolaborasi lintas sektor bersama Bank Mandiri melalui Rumah BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta. Sinergi tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan Program PEKA di Graha BPJAMSOSTEK, Jakarta, Senin kemarin, dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan diikuti 90 peserta.
"Melalui kolaborasi tersebut, peserta memperoleh pendampingan usaha secara menyeluruh, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, pengemasan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar," jelasnya Senin (13/7/2026).
Ia, mengungkapkan, program PEKA telah dijalankan BPJS Ketenagakerjaan di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, secara nasional Program PEKA telah diikuti 908 peserta, sedangkan di wilayah DKI Jakarta jumlah pesertanya telah mencapai 299 orang.
"Program PEKA lahir dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan nilai layanan yang berkelanjutan bagi penerima manfaat. Hari ini kita bersama-sama menjalankan satu program yang kami canangkan sebagai bentuk nilai layanan setelah peserta menerima manfaat. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan pendampingan agar mampu hidup lebih baik dan kembali produktif," ujarnya.
Menurut, Saiful, hingga 30 Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat klaim secara nasional sebanyak 2.688.827 kasus dengan total Rp36,09 triliun. Khusus di wilayah DKI Jakarta, manfaat yang telah dibayarkan mencapai 385.707 kasus dengan total Rp6,69 triliun.

"Program PEKA dikembangkan melalui konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta dibekali keterampilan dan pengetahuan, didampingi mengembangkan usaha, hingga diharapkan mampu memperoleh pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarganya," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyambut baik Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, program tersebut memperluas makna perlindungan jaminan sosial karena tidak hanya memberikan santunan kepada ahli waris, tetapi juga membekali mereka agar mampu membangun kembali kehidupan ekonomi keluarganya.
Sementara itu, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi lintas sektor dalam Program PEKA. Karena itu, OJK Jabodebek siap memperkuat sinergi melalui berbagai program edukasi dan literasi keuangan bagi para penerima manfaat.
Senior Executive Relationship Officer Bank Mandiri, Noviandhika Sukanto, mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program PEKA. Selaku pembina Rumah BUMN, Bank Mandiri akan mendukung peserta melalui pendampingan usaha, edukasi transaksi digital melalui Livin' by Mandiri, pengenalan layanan dan instrumen keuangan, akses permodalan, serta berbagai solusi finansial yang diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Ady Hendratta, mengatakan pelaksanaan Program PEKA di Jakarta merupakan wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan ekonomi keluarga peserta.
Hingga saat ini, Program PEKA di wilayah DKI Jakarta telah diikuti oleh 299 peserta. Ke depan, kami akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak ahli waris yang memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan usaha, serta mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga," lanjutnya.
Ady menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis agar Program PEKA tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi mampu melahirkan pelaku usaha baru yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK, Bank Mandiri melalui Rumah BUMN, serta para pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang lebih komprehensif bagi para penerima manfaat.