Trending

Brimob Polda Riau Gunakan Breathing Apparatus Tembus Asap Karhutla di Kampar

Brimob Polda Riau Gunakan Breathing Apparatus Tembus Asap Karhutla di Kampar
Tim Pendingin Karhutla sedang berjibaku padamkan api di Desa Rimbo Panjang Kampar. (Foto: Diskominfotik Riau)

Kampar-Spektroom : Personel Brimob Polda Riau menggunakan portable breathing apparatus saat melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Selasa (25/8/2026).

Peralatan bantu pernapasan tersebut digunakan untuk melindungi personel saat harus bekerja di area dengan paparan asap pekat, terutama ketika menyisir dan melakukan pendinginan pada lahan gambut.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, sebanyak 40 set portable breathing apparatus disiapkan untuk mendukung personel yang terlibat dalam penanganan karhutla

“Personel kita berhadapan langsung dengan asap saat melakukan pemadaman dan pendinginan. Karena itu, perlindungan pernapasan menjadi penting, terutama ketika anggota harus masuk ke titik dengan paparan asap yang cukup pekat,” kata Ketut.

Perangkat tersebut menggunakan tabung udara bertekanan berkapasitas 6 liter yang dapat digunakan sekitar 35 hingga 45 menit, bergantung pada aktivitas dan tingkat pernapasan personel.

Menurut Ketut, alat tersebut memberikan ruang gerak lebih optimal bagi personel untuk menjangkau titik-titik yang masih membutuhkan penanganan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Dengan alat ini, anggota tetap mendapatkan suplai udara ketika harus bekerja di tengah asap pekat. Ini sangat membantu ketika personel harus melakukan pemadaman maupun pendinginan di titik dengan paparan asap tinggi,” ujarnya.

Penggunaan breathing apparatus menjadi penting mengingat karakteristik lahan yang terbakar di Rimbo Panjang merupakan gambut tebal.

Meski api di permukaan telah padam, bara masih dapat tersimpan di bawah tanah dan kembali memunculkan api.

Kondisi tersebut membuat personel harus menyisir areal terdampak dan mendekati titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan pendinginan dilakukan secara menyeluruh.

“Pemadaman tidak selesai hanya karena api sudah tidak terlihat. Di lahan gambut, kami harus memastikan bara di bawah permukaan juga benar-benar padam. Dengan perlindungan yang memadai, personel bisa bekerja lebih optimal, tentu dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan,” kata Ketut.

Selain portable breathing apparatus, Brimob Polda Riau juga menyiapkan 40 set perlengkapan karhutla berupa helm, senter dan sepatu untuk mendukung keselamatan serta mobilitas personel di lapangan.

Sebanyak 45 personel Brimob diterjunkan dalam operasi di Rimbo Panjang. Mereka bergabung bersama Polres Kampar, TNI, BPBD, Manggala Agni dan unsur perusahaan. Secara keseluruhan, 283 personel gabungan dibagi dalam 10 regu untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Ketut menegaskan, perlindungan terhadap personel menjadi bagian penting dalam operasi penanganan karhutla, terlebih petugas harus menghadapi panas dan paparan asap dalam waktu yang cukup lama.

“Target kita pemadaman dan pendinginan harus tuntas. Tetapi keselamatan anggota juga tidak boleh diabaikan. Personel harus bisa bekerja maksimal dan kembali dalam kondisi sehat dan selamat,” tegasnya. (SN/Rill/MCR)

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles