BRIN Gandeng IPB dan BBPBAT Kembangkan Nila Jantan YY Tanpa Hormon

BRIN Gandeng IPB dan BBPBAT Kembangkan Nila Jantan YY Tanpa Hormon
Pendatanganan Kerja sama Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN (PRBAT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan IPB University dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi (BBPBAT)( Foto BRIN).

Cibinong - Spektroom : Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN (PRBAT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan IPB University dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi (BBPBAT) mengembangkan teknologi produksi ikan nila jantan YY tanpa hormon berbasis bioteknologi. Penandatanganan kerja sama berlangsung, Jumat (10/04/2026) di Cibinong. Kolaborasi ini mempercepat pemenuhan kebutuhan industri benih unggul yang produktif dan efisien, sekaligus menjadi terobosan riset budidaya air tawar melalui sinergi lintas lembaga.

Kegiatan ini menandai dimulainya program bersama untuk meningkatkan produksi akuakultur melalui inovasi berbasis riset. Fokus kerja sama ini adalah pengembangan teknologi nila monoseks jantan tanpa hormon. Teknologi ini dinilai lebih aman, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan industri budidaya.

Kepala Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Fahrurrozi, menyampaikan program ini merupakan bagian dari agenda besar BRIN dalam pengembangan komoditas strategis akuakultur. Ia menjelaskan saat ini BRIN tengah mengembangkan beberapa komoditas unggulan, seperti nila, lele, patin, yang ke depan diharapkan dapat mencakup komoditas lain seperti sidat.

Fahrurrozi mengatakan kerja sama ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Hal itu mencakup pemanfaatan fasilitas riset serta keterlibatan mahasiswa dan peneliti lintas institusi.

“Harapannya, riset bersama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi akademik,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Spektroom (16/04/2026).

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Beginer Subhan menyambut positif kerja sama ini. Ia mengatakan kerja sama ini sebagai langkah awal yang strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam riset aplikatif yang berdampak langsung pada sektor perikanan.

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Rokhmad Mohamad Rofiq, menegaskan kebutuhan benih ikan nila terus meningkat seiring dengan program prioritas nasional di sektor budidaya. Ia mengungkapkan pengembangan budidaya tematik kolam bulat dengan target hingga 4.000 titik sampai tahun 2029 membutuhkan pasokan benih dalam jumlah besar.

Kebutuhan itu mencakup sekitar 26 juta benih nila dan 144 juta benih lele siap tebar. Kondisi ini mendorong perlunya percepatan produksi benih, khususnya nila monoseks jantan yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dan efisiensi budidaya yang lebih tinggi.

Peneliti PRBAT BRIN, Anna Octavera, menjelaskan pengembangan nila jantan YY tanpa hormon dilakukan melalui 2 pendekatan utama. Pertama, identifikasi marka DNA spesifik YY untuk memastikan validitas genetik. Kedua, perbanyakan induk melalui teknologi transplantasi sel testikular atau spermatogonia sebagai metode pengganti induk (surrogate broodstock).

Pendekatan ini menargetkan tersedianya sistem verifikasi genetik induk YY, pembentukan induk pengganti nila hitam dan merah, serta peningkatan stok induk unggul yang siap digunakan untuk produksi benih jantan dalam skala luas. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap benih berkualitas tinggi.

Kolaborasi ini, Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN berperan dalam pengembangan riset dan inovasi, sementara Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi bertanggung jawab pada uji terap, produksi, dan pendampingan teknis. Sementara itu, IPB University mendukung melalui kapasitas akademik dan penguatan sumber daya ilmiah.

Melalui sinergi ini, BRIN menegaskan komitmennya mempercepat hilirisasi inovasi akuakultur berbasis bioteknologi. Pengembangan teknologi nila jantan YY tanpa hormon diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas budidaya, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan protein yang lebih efisien dan berkelanjutan. (sa/ed:ade, MM).

Berita terkait

Rilis Logo,Thema dan Rangkaian Kegiatan Hari Jadi ke-163 Tahun 2026 Warnai Upacara Hari Kesadaran Nasional di Jeneponto

Rilis Logo,Thema dan Rangkaian Kegiatan Hari Jadi ke-163 Tahun 2026 Warnai Upacara Hari Kesadaran Nasional di Jeneponto

Jeneponto-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Jeneponto resmi merilis Logo, Tema dan Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Jeneponto ke-163 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Jeneponto, Senin (20/4/2026). Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya seluruh agenda peringatan Hari Jadi Jeneponto tahun ini. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran

Yahya Patta, Rafles