BRIN Siapkan Riset Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera

BRIN Siapkan Riset Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
Kick Off Meeting diantaranya nomor 4 dari Kiri Ketua Umum PMI Jusuf Kalla ( Foto BRIN)

Jakarta,- Spektroom : BRIN berkomitmen menghadirkan solusi berbasis sains (science-based policy & action) untuk mengatasi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh-Sumatera. Pembentukan Task Force (Satuan Tugas ) tindak lanjut langsung atas Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di 3 Provinsi, yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Kepala BRIN Nomor 18/I/HK/2026. Task Force BRIN ini dikoordinatori oleh Joko Widodo, Ph.D.

“Riset dan inovasi tidak boleh berhenti di meja laboratorium atau menara gading. Riset harus hadir di tengah lumpur bencana, menjawab jeritan warga, dan memberikan solusi berbasis sains untuk pemulihan tanah Aceh-Sumatera,” kata Kepala BRIN Arif Satria, di Jakarta (16/09/2026).

BRIN telah menerjunkan inovasi teknologi terapan berupa Mobil Arsinum (Air Sulingan Minum) ke wilayah terdampak. Teknologi ini mampu mengolah air bah dan air sungai berlumpur pekat menjadi air yang siap dan aman untuk dikonsumsi langsung oleh warga. Langkah ini terbukti menjadi solusi vital di tengah terisolasinya akses air bersih masyarakat pascabencana.

Hasil pemetaan dan identifikasi tim BRIN mencatat sedikitnya 118 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh dan Sumatera Utara mengalami kerusakan dan dampak serius akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Membangun kembali rumah tanpa memulihkan daya dukung lingkungan dan mengelola DAS secara terpadu dari hulu ke hilir, maka hanya sedang menunggu bencana berikutnya terulang kembali.

Untuk periode kerja 2026- 2028, Task Force BRIN membawa pendekatan terintegrasi dan holistik yang ditopang oleh 12 Bidang Fokus Riset dan Inovasi Utama, yaitu Pemodelan Spasial Risiko Multibencana, Pemetaan dan Pemodelan Deforestasi Berbasis Machine Learning, Re-evaluasi Kesesuaian Lahan Pertanian, Analisis Data Penginderaan Jauh, Teknologi Arsinum dan Logistik Air Bersih, Kesehatan dan Kerentanan Sosial Masyarakat, Rumah Modular Tahan Gempa, Restorasi Kekritisan DAS, Perlindungan Sosial Adaptif dan Penguatan Resiliensi Komunitas, Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi, Inovasi Perahu Fiberglass dan Kapal Listrik, serta Pengembangan Early Warning System (EWS) yang lebih presisi.

Program pemulihan jangka panjang ini disokong oleh dukungan pendanaan Riset Inovasi Strategis (PRIS) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta kolaborasi erat lintas sektor yang melibatkan Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Daerah (Aceh, Sumut, Sumbar), TNI/Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), perguruan tinggi, lembaga filantropi, sektor swasta, dan pers.

Kick Off Meeting ini dihadiri jajaran pimpinan nasional dan daerah, antara lain Ketua Satgas Nasional/Mendagri Jenderal Polisi (Purn.) Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Deputi Bappenas Ir. Medrilzam, Ketua Umum PMI Dr. (H.C.) Drs. H. M. Jusuf Kalla, serta para Gubernur dan Kepala BPBD dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berita terkait

Proses Pendinginan TPAS Galuga Terus Dilakukan  Antisipasi Titik Api Baru

Proses Pendinginan TPAS Galuga Terus Dilakukan Antisipasi Titik Api Baru

Bogor- Spektkroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan penanganan kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang Tim gabungan masih fokus melakukan proses pendinginan sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di hamparan sampah, Kamis (17/9/2026). Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bogor sekaligus Koordinator Tim

Asmari, Afrizal Aziz