Bukan Sekadar Insentif, BKPRMI Nilai Perhatian Pemkot Menguatkan Peran Ustaz dan Penyuluh
Palangka Raya-Spektroom : Di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai sektor, perhatian terhadap para pendidik dan pembina keagamaan di Kota Palangka Raya tetap berjalan. Bagi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Palangka Raya, dukungan tersebut bukan sekadar soal insentif, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap mereka yang terus hadir membina masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan Ketua BKPRMI Kota Palangka Raya, Sumadi, dalam Sosialisasi Pemuka Agama, Penyuluh Pembangunan dan Pendidik Non-ASN di Aula Gedung Palampang Tarung, Palangka Raya, Kamis (24/9/2026).
Sumadi menyebut pada 2026 sebanyak 800 ustaz dan ustazah akan menerima insentif. Selain itu, hampir 200 penyuluh pembangunan juga mendapat dukungan serupa. Dengan demikian, hampir 1.000 orang mendapat perhatian melalui kebijakan insentif Pemerintah Kota Palangka Raya.
Menurut Sumadi, dukungan tersebut memiliki makna lebih luas dari sekadar bantuan finansial. Insentif menjadi tanda bahwa peran pemuka agama, penyuluh dan pendidik keagamaan masih diperhatikan, meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan dan efisiensi anggaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya atas perhatian yang diberikan kepada pemuka agama, tokoh agama dan penyuluh agama di Kota Palangka Raya,” ujar Sumadi.
Ia menilai perhatian tersebut penting bagi para penerima insentif yang selama ini menjalankan pembinaan keagamaan dan pendidikan masyarakat. Dukungan pemerintah, kata dia, dapat menjadi penyemangat agar tugas pembinaan tetap dilakukan secara konsisten.
Sumadi menjelaskan, pembayaran insentif mencakup periode April hingga Oktober 2026. Sementara bagi guru non-ASN, tahap pertama diberikan untuk pembayaran selama tiga bulan. Insentif juga mencakup pemuka agama, penyuluh pembangunan, ustaz, ustazah serta pembina kegiatan keagamaan lainnya.
“Kita mengetahui bahwa efisiensi anggaran cukup berpengaruh, namun kami sangat berterima kasih kepada Wali Kota Palangka Raya yang tetap memperhatikan dan mengalokasikan anggaran untuk pemberian insentif bagi ustaz, ustazah, penyuluh agama serta pembina kegiatan keagamaan lainnya,” katanya.
Bagi BKPRMI, keberlanjutan dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada manfaat ekonomi yang diterima para penerima insentif. Lebih jauh, perhatian pemerintah diharapkan menjadi energi bagi para pendidik, penyuluh dan pembina keagamaan untuk terus mendampingi masyarakat serta ikut membangun karakter generasi di Kota Palangka Raya.
(Polin-Gusti/ndk)