Bulog Gandeng Polines Cetak Wirausaha Muda Sektor Pangan
Semarang-Spektroom – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menjalin kerja sama strategis dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-44 Polines, Kamis (6/8/2026).
Kolaborasi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri guna mendorong lahirnya wirausaha muda di sektor pangan.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Gandi Prarista, mengatakan kerja sama tersebut menghadirkan program Bulog Kampuspreneur sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus mengembangkan usaha di bidang pangan.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Bulog membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha.
"Intinya adalah sinergi strategis antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Salah satu program yang kami tawarkan adalah Bulog Kampuspreneur yang diharapkan dapat menggugah jiwa wirausaha generasi muda, khususnya di bidang pangan," ujar Gandi.
Sebagai implementasi program, Bulog menghadirkan konsep Rumah Pangan Kita (RPK) Muda, yang memungkinkan mahasiswa membuka unit usaha dengan memasarkan berbagai produk pangan Bulog, baik produk bersubsidi maupun komersial. Unit usaha tersebut dapat dijalankan melalui koperasi mahasiswa maupun usaha mandiri yang telah dimiliki mahasiswa.
Gandi menjelaskan, mahasiswa yang telah memiliki usaha atau warung dapat memperoleh lisensi untuk menjual produk-produk Bulog setelah memenuhi persyaratan administratif, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Bulog juga tidak membatasi jumlah pembukaan RPK Muda sehingga peluang tersebut terbuka luas bagi kampus maupun mahasiswa yang memenuhi ketentuan.
Direktur Politeknik Negeri Semarang, Basori, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Bulog memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman berwirausaha secara langsung sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan dunia industri.
"Kerja sama ini menjadi peluang bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha secara nyata melalui sektor pangan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat," katanya.
Setelah penandatanganan MoU, kedua belah pihak akan menindaklanjuti kerja sama melalui perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis agar program dapat segera direalisasikan.
Saat ini, program Bulog Kampuspreneur juga mulai dikembangkan di sejumlah perguruan tinggi di Semarang, seperti Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Melalui jaringan RPK, mahasiswa dapat memasarkan berbagai produk Bulog, di antaranya beras SPHP, Minyakita, beras premium, dan gula sesuai ketentuan yang berlaku.