Bunda Paud Nawal Arafah Yasin Matangkan Program "PAUD Emas Jawa Tengah

Bunda Paud Nawal Arafah Yasin Matangkan Program "PAUD Emas Jawa Tengah
Nawal Arafah Yasin rapat koordinasi dengan tim penyusun modul PAUD Emas, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026)[Foto: Humas/Sigit)

Semarang-Spektroom: Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, tengah mematangkan penyusunan modul “PAUD Emas Jawa Tengah”.

Program strategis itu dirancang khusus untuk memperluas akses, serta mendongkrak angka partisipasi pendidikan bagi anak usia 0 hingga 6 tahun di wilayahnya.

Program tersebut juga mengedepankan semangat gotong royong, karena penyusunannya melibatkan masyarakat.

“Kami juga ingin menggerakkan swadaya masyarakat, agar bersama-sama menghadirkan layanan PAUD yang lebih luas di Jawa Tengah,” ujar Nawal, dalam keterangan tertulisnya Saptu (18/7/2026).

Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah. Yang lebih penting adalah membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat, untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Saat ini, tim tengah melakukan finalisasi modul tersebut. Rencananya, modul itu akan diluncurkan pada awal Agustus mendatang. Ditambahkan, keunikan modul terletak pada penguatan muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah.

Kurikulum akan memasukkan berbagai nilai budaya Jawa Tengah, seperti pendidikan etika atau unggah-ungguh, penggunaan bahasa Jawa, pendidikan keagamaan, serta pengenalan adat dan budaya lokal sejak usia dini.

Selain itu, peserta didik juga akan memperoleh pembelajaran dasar yang mencakup literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni, yang dikemas sesuai karakteristik anak usia dini.

“Melalui PAUD Emas, kami ingin membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mencintai budaya daerah, sekaligus memiliki fondasi literasi dan sains yang baik sejak usia dini,” terangnya.

Selain penyusunan modul, Bunda PAUD Jateng juga akan mengintegrasikan konsep PAUD Emas ke layanan Posyandu, yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Tercatat terdapat lebih dari 49 ribu Posyandu, yang diharapkan menjadi ruang pendukung pendidikan dan stimulasi anak usia dini.

Nawal mengatakan, untuk meningkatkan kualitas PAUD di wilayahnya, dikembangkan forum “Akademik Komunitas PAUD Emas”, yaitu sebuah forum pembelajaran berkelanjutan bagi para guru PAUD.

Melalui forum tersebut, para pendidik akan mendapatkan pembaruan materi pembelajaran secara rutin, termasuk pengembangan metode kreatif seperti penciptaan lagu-lagu edukatif, media pembelajaran inovatif, hingga berbagai praktik baik dalam pendidikan anak usia dini.

Sementara itu, dalam rakor tersebut juga dikemukakan, PAUD Emas hadir sebagai jawaban nyata, atas berbagai tantangan krusial aksesibilitas dan mutu pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah. Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Jawa Tengah saat ini masih berada di kisaran 47,65% hingga 58,76

Berita terkait

Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor di NTB

Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor di NTB

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menempatkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Kepastian tersebut tidak hanya menyangkut proses perizinan, tetapi juga legalitas usaha dan dukungan ekosistem hukum yang memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan investasinya. Hal itu ditegaskan Wakil

Marsam Putrangga, Julianto
Program Bedah Rumah di Lampung Meningkat Signifikan dari 2.390 Unit Pada 2025 Jadi 13.276 Unit Pada 2026

Program Bedah Rumah di Lampung Meningkat Signifikan dari 2.390 Unit Pada 2025 Jadi 13.276 Unit Pada 2026

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengikuti Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait secara virtual dari ruang kerja Gubernur, Kamis (17/9/2026). Rapat koordinasi tersebut membahas perkembangan sejumlah program perumahan di Provinsi Lampung, meliputi penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan rumah

Anggoro AP