Bupati Madiun : Seluruh Warga Harus Ber-KTP, Termasuk ODGJ Sekalipun

Bupati Madiun :  Seluruh Warga Harus Ber-KTP, Termasuk ODGJ Sekalipun
Bupati Madiun, Hari Wuryanto ketika memberikan arahan pada Penguatan Pelayanan Publik Pendaftaran Penduduk Rentan Adminduk (Foto: Kominfo)

Madiun-Spektroom : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun melaksanakan Penguatan Pelayanan Publik Pendaftaran Penduduk Rentan Adminduk, di Ruang Eka Kapti, Pusat Pemerintahan di Caruban, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menyusul komitmen pemerintah kabupaten Madiun untuk memberikan pelayanan pendaftaran penduduk kepada seluruh warganya, bahkan kepada kelompok rentan sekalipun. Bupati Madiun Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, dan Plt. Kadisdukcapil, Didik Hariyanto, hadir memberi arahan pada kegiatan yang diikuti oleh 75 orang yang terdiri atas Dirut RSUD Dolopo dan Caruban, para camat, Kepala Puskesmas, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Petugas Registrasi Desa dan OPD terkait. Bupati Madiun mengaku ingin membuat data kependudukan yang benar-benar valid, sehingga kelompok rentan-pun dipastikan masuk dalam data kependudukan, karena mereka adalah warga negara Indonesia. Ia mencontohkan, termasuk ‘teman jiwa’ (sebutan untuk ODGJ) yang sering pergi keluar kota tanpa pamit keluarga, mereka harus memiliki KTP agar bisa dikenali. Intinya, semua masyarakat Kabupaten Madiun harus dilayani terkait kependudukan, baik mereka yang rentan maupun yang kondisinya normal. “Pelayanan harus tepat sasaran. Makanya, saya tekankan harus ada sinergi antar OPD terkait,” tandasnya. Hal senada juga dilontarkan Wakil Bupati Madiun yang minta kepada OPD terkait agar selalu melakukan pelaporan dan bersinergi. Dinas Sosial melalui TKSK, dimana tim kecamatan berperan membantu pelaksanaan perekaman KTP-el di lapangan bagi ODGJ (teman jiwa) dengan melaporkan data penduduk via link. Plt. Kadisdukcapil menambahkan, meski kelompok rentan seperti ODGJ, disabilitas, lansia dan korban bencana ini sangat kecil, namun mereka harus tetap mendapat pelayanan yang sama, sehingga mereka ini tetap ber-KTP dan memiliki NIK. Untuk mempercepat layanan, Disdukcapil kabupaten Madiun akan melakukan jemput bola, sebagaimana prinsip-prinsip pelayanan pada era sekarang. Sehingga kebijakan kepala daerah bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Madiun, baik yang sehat maupun yang rentan harus mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan benar-benar terwujud.

Berita terkait

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Ketika Polisi Menjadi Guru di Hari Pertama Sekolah: Menjaga Mimpi Murid Baru dari Ancaman Narkoba dan Perundungan

Pontianak-Spektroom : Di antara wajah-wajah yang masih canggung mengenakan seragam baru, tersimpan ribuan mimpi yang baru mulai dirajut. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, pengusaha, hingga pemimpin masa depan. Namun sebelum mimpi-mimpi itu tumbuh besar, ada ancaman yang mengintai: narkoba, perundungan, dan kenakalan remaja. Karena itulah, pada masa pengenalan lingkungan

Apolonius Welly, Rafles
Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Perkuat Sinergi Akademik, Rektor UNUKASE Terima Kunjungan Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin

Banjarmasin–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) menerima kunjungan kerja dari Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan menjajaki kerja sama Akademik antar Lembaga Pendidikan Tinggi. Kunjungan tersebut diterima oleh Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., di Gedung Serbaguna UNUKASE, Jalan A. Yani

Junaidi, Rafles
Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Masuk Sekolah Hari Pertama Dimanfaatkan Secara Maksimal Oleh ASN Untuk Mendampingi Putra-Putrinya

Bogor-Spektroom : Masuk sekolah hari pertama menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sejumlah ASN untuk mengantarkan anak mereka memasuki hari pertama sekolah sekaligus mendampingi pelaksanaan Masa Pengenalan

Asmari, Rafles