Bupati Sidoarjo Subandi Kecewa Atas Proyek Pembangunan Alun-Alun Yang Tidak Tepat Waktu.

Bupati Sidoarjo Subandi Kecewa Atas Proyek Pembangunan Alun-Alun Yang Tidak Tepat Waktu.
Proyek revitalisasi Alun- Alun Sidoarjo yang molor dan menyimpang dari perencanaan / Foto : Fifin

Spektroom - Pembangunan Alun-Alun Sidoarjo menuai sorotan tajam. Proyek Ruang Publik Strategis yang seharusnya rampung pada Senin( 15 / 12 / 2025) tu hingga kini belum selesai dan justru menunjukkan penyimpangan dari perencanaan awal.

Proyek tersebut kini masuk masa perpanjangan waktu hingga 26 / 12 / 2025. Konsekuensinya, Kontraktor harus menanggung denda keterlambatan sebesar Rp 25 juta per hari, dengan potensi denda mencapai Rp 250 juta apabila pekerjaan tak kunjung dituntaskan. Hingga Selasa (16 / 12 / 2025 ), Progres Fisik baru mencapai 90,013 persen, dengan deviasi hampir 10 persen dari target.

Bupati Sidoarjo Subandi tak menutupi kekecewaannya. Ia melontarkan peringatan keras kepada pelaksana proyek, terutama karena adanya perbedaan mencolok antara paparan perencanaan yang diterimanya dengan kondisi riil di lapangan.

“Yang saya terima dalam perencanaan dan paparan berbeda dengan yang ada di lapangan. Ini tidak bisa dianggap sepele dan harus menjadi perhatian serius,” tegas Subandi usai Rapat Internal di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo.

Bagi Subandi, keterlambatan saja sudah menjadi masalah. Namun yang lebih serius adalah ketidak sesuaian Spesifikasi yang berpotensi merusak Kualitas dan Wajah Kota. Ia secara khusus menyoroti desain lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dinilai menyimpang dari konsep awal.

Menurutnya, PJU di kawasan Alun-Alun dan Pendopo Sidoarjo seharusnya memiliki desain seragam, sebagaimana yang telah diterapkan di kawasan GOR Sidoarjo, demi menjaga identitas Visual Kota.

“Lampu PJU seharusnya diseragamkan seperti di GOR Sidoarjo. Faktanya, yang terpasang justru berbeda dari rencana. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya dengan nada tegas.

Pemkab Sidoarjo memastikan pengawasan proyek akan diperketat. Subandi menegaskan, tidak ada ruang toleransi bagi pekerjaan asal-asal, terlebih proyek ini menggunakan Anggaran Publik dan menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Pemerintah Daerah menuntut agar seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai Spesifikasi, tepat waktu, dan berkualitas, sehingga Alun-Alun Sidoarjo benar-benar layak menjadi ruang publik kebanggaan warga, bukan simbol kelalaian dalam pembangunan. ( Agus Suyono)

Berita terkait

Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Jeneponto –Spektroom : Warna merah dan putih mulai menghiasi Jembatan Gantung Sungai Saballang yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, wilayah teritorial Kodim 1425/Jeneponto. Dengan penuh ketelitian, prajurit TNI bersama masyarakat bergotong royong melaksanakan pengecatan pada sejumlah titik konstruksi jembatan sebagai upaya menjaga kualitas pembangunan yang terus berjalan.

Yahya Patta, Rafles
Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Makasar-Spektroom : Mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di bidang teknologi kecerdasan buatan pada tahun 2026. Melalui proyek inovasi karsa cipta bernama DISGUISE-ID, mereka sukses merancang dan menguji model algoritma mutakhir yang mampu mengidentifikasi wajah Daftar Pencarian Orang dengan tingkat akurasi rekonstruksi yang sangat tinggi, yakni mencapai 94,

Yahya Patta, Rafles
Maureen Vivian Pasang Target Fraksi, Perindo Maluku Tengah Siap Rebut Empat Kursi DPRD

Maureen Vivian Pasang Target Fraksi, Perindo Maluku Tengah Siap Rebut Empat Kursi DPRD

Jakarta–Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Maluku Tengah yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku, Maureen Vivian, menegaskan Partai Perindo tidak sekadar mengikuti kontestasi politik pada Pemilu mendatang, tetapi membidik lompatan besar dengan target meraih empat kursi DPRD Kabupaten Maluku Tengah agar dapat membentuk satu fraksi sendiri. Target tersebut disampaikan

Eva Moenandar, Rafles
ссс