Bupati Situbondo Raih Gelar Magister Manajemen dari Universitas Indonesia

Bupati Situbondo Raih Gelar Magister Manajemen dari Universitas Indonesia
(foto : Diskominfo Situbondo)

Spektroom – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, resmi meraih gelar Magister Sains Manajemen (M.SM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Kabar bahagia ini ia sampaikan melalui akun TikTok pribadinya, @masrio.bupatiku1, pada Rabu (10/9/2025), dengan mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pencapaian akademiknya.

Ia menyebut kelulusan ini sebagai salah satu cita-cita yang akhirnya terwujud berkat doa, kerja keras, serta karunia Allah SWT.

“Akhirnya, the finally. Saya berada di posisi ini sangat bersuka cita. Karena kita akan diwisuda di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Sebuah cita-cita yang akhirnya Allah berikan juga kepada saya,” ungkapnya penuh haru.

Bupati Rio menegaskan, gelar yang diraih bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan modal penting untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kebijakan pembangunan di Situbondo.

“Terima kasih dengan semua anugerah yang sudah diberikan. Gelar, pengetahuan, ilmu, dan kebijaksanaan. Semoga bermanfaat untuk rakyat Situbondo tercinta,” ujarnya, dilansir dari Diskominfo Situbondo.

Dalam pesannya, ia juga menyampaikan harapan agar gelar akademik yang baru saja disandang dapat menjadi tambahan energi untuk mewujudkan visi Situbondo yang 'naik kelas'.

“Terima kasih doanya, semoga Situbondo yang kita cita-citakan naik kelas akan terwujud setidaknya 5 tahun mendatang,” katanya.

Tak lupa, Bupati muda itu juga memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya putra-putri Situbondo, agar tidak takut bermimpi tinggi. Ia menekankan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi di universitas ternama, termasuk Universitas Indonesia, selalu terbuka bagi siapa saja yang berusaha.

“Semangat untuk adik-adikku yang bercita-cita kuliah di Universitas Indonesia atau di manapun, semangat. Selalu banyak jalan untuk menemui kesuksesan. Miracle always comes later,” pesan Rio memberi semangat.

Dengan capaian akademiknya ini, Bupati Rio berharap dapat semakin memperkuat kiprahnya sebagai pemimpin daerah yang berorientasi pada ilmu pengetahuan, inovasi, dan kesejahteraan rakyat. Prestasi tersebut sekaligus meneguhkan komitmennya untuk membawa Situbondo menuju pembangunan yang lebih baik, modern, dan berdaya saing. (Diskominfo Situbondo/Yul)

Berita terkait

Rohana Muthalib, Perempuan Pertama Wali Kota di Indonesia yang Mengubah Wajah Pontianak

Rohana Muthalib, Perempuan Pertama Wali Kota di Indonesia yang Mengubah Wajah Pontianak

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Pontianak-Spektroom : Di tengah dominasi laki-laki dalam dunia pemerintahan pada era awal kemerdekaan, nama Rohana Muthalib muncul sebagai sosok yang memecahkan batas zaman. Ia tercatat dalam sejarah sebagai wali kota perempuan pertama di Indonesia, memimpin Pontianak pada dekade 1950-an dan meninggalkan jejak penting dalam pembangunan kota yang

Apolonius Welly, Rafles
Pelatihan Paralegal Untuk Mengoptimalkan Kader PKK Dalam Mendampingi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Pelatihan Paralegal Untuk Mengoptimalkan Kader PKK Dalam Mendampingi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Semarang-Spektroom : Pelatihan paralegal merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dalam melakukan edukasi, pencegahan, advokasi, serta pendampingan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Kader PKK yang telah mengikuti pelatihan paralegal, untuk aktif mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan di daerah masing-masing. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan

Sigit Budi Riyanto, Rafles
Promovendus: Perbuatan Korup Terjadi karena Adanya Pergeseran Moral

Promovendus: Perbuatan Korup Terjadi karena Adanya Pergeseran Moral

Makassar-Spektroom : Tindak pidana korupsi di Indonesia mengalami kenaikan sehingga di kualifikasikan sebagai kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Dampak dari tindak pidana korupsi ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial terhadap negara dalam jumlah yang sangat fantastis, namun juga merusak sendi- sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, menggerogoti keadilan sosial, merusak efektivitas

Yahya Patta, Julianto
ссс