Bupati Sleman Sambut Kerja Sama Danantara untuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Sleman-Spektroom : Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik kerja sama dengan Danantara dalam penyediaan sampah dan lahan untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Sleman.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (11/8/2026). Penandatanganan dilakukan Bupati Sleman Harda Kiswaya, disaksikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Director of Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman.
Proyek PSEL tersebut dirancang mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp3 triliun.
Harda mengatakan, kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab persoalan sampah di Kabupaten Sleman. Produksi sampah yang terus meningkat, sementara kapasitas TPST Tamanmartani terbatas, membutuhkan solusi pengelolaan yang berkelanjutan.
“Saya mewakili Pemkab Sleman menyambut baik kerja sama ini. Persoalan sampah membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Dengan adanya pengolahan sampah menjadi energi listrik, kami berharap sampah tidak hanya menjadi persoalan, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah,” ujar Harda.
Menurut Harda, Pemkab Sleman akan mendukung proyek tersebut, salah satunya dengan menyediakan pasokan sampah yang akan diolah menjadi energi listrik.
Ia berharap kerja sama dengan Danantara dapat memperkuat sinergi dalam menghadirkan infrastruktur pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berwawasan lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Sleman tentu akan mendukung proses kerja sama ini agar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapannya, investasi ini dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Director of Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman mengatakan pembangunan fasilitas PSEL DIY saat ini memasuki tahap persiapan konstruksi.
Tahapan tersebut meliputi kajian lingkungan, penyusunan desain teknik, dan pematangan lahan. Pembangunan fasilitas PSEL dijadwalkan mulai Januari 2027 dan ditargetkan rampung pada akhir 2028 di kawasan Piyungan.
Proyek tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dengan dukungan teknologi yang ramah lingkungan.