Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Tertinggi di DIY, Pemkab Kejar Target 37 Persen

Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Tertinggi di DIY, Pemkab Kejar Target 37 Persen
Wakil Bupati Sleman Danang Maharja menyatakan Pemkab Sleman akan terus menggalakan pemetaan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di Sleman.(Foto: Fatmawati).

Sleman-Spektroom : Cakupan kepesertaan BPJS Ketenaga kerjaan di Kabupaten Sleman terus menunjukkan peningkatan dan kini menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hingga Juni 2026, sebanyak 34,53 persen pekerja di Sleman telah terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Capaian tersebut disampaikan dalam Forum Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Semester I (Triwulan II) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman di The Alana Yogyakarta Hotel, Selasa (21/7/2026).

Forum dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman Sony Eka Santana, Sekda Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan.

Kepala BPJS Ketenaga kerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, mengatakan forum tersebut menjadi wadah monitoring dan evaluasi untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenaga kerjaan di Kabupaten Sleman. Menurutnya, Sleman merupakan daerah pertama di DIY yang menginisiasi Forum UCJ.

"Forum ini kami harapkan dapat diformalkan sebagai wadah komunikasi rutin antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Sony menjelaskan, tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sleman meningkat dari 33,98 persen pada triwulan I menjadi 34,53 persen pada triwulan II 2026. Dari total 566.865 pekerja di Sleman, sebanyak 195.000 pekerja telah menjadi peserta BPJS Ketenaga kerjaan.

Meski demikian, target kepesertaan tahun 2026 sebesar 37 persen atau sekitar 209.740 pekerja masih membutuhkan tambahan sekitar 14.000 peserta hingga akhir tahun.
Menurut Sony, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui pembiayaan APBD dan alokasi anggaran pemerintah kalurahan.

Hingga pertengahan 2026, sebanyak 22.810 pekerja dari berbagai kelompok telah mendapatkan perlindungan melalui program tersebut.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan, pemerintah daerah akan terus mempercepat perluasan perlindungan, terutama bagi pekerja rentan yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar target 37 persen tahun ini. Saya meminta Disnaker dan OPD terkait segera memetakan pekerja rentan yang belum terlindungi agar mereka dapat segera didaftarkan," katanya.

Danang menilai jaminan sosial ketenaga kerjaan merupakan bagian penting dari perlindungan sosial masyarakat. Menurutnya, keberadaan BPJS Ketenaga kerjaan mampu memberikan kepastian perlindungan dan meringankan beban pekerja ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya, sehingga kesejahteraan pekerja dapat lebih terjamin

Berita terkait

Dinsos Depok Perkuat SLRT, 126 Petugas Digenjot Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Dinsos Depok Perkuat SLRT, 126 Petugas Digenjot Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Depok –Spektroom: Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok memperkuat sistem pelayanan sosial melalui Rapat Kerja Petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran. Rapat kerja yang berlangsung di Lantai 10 Gedung Baleka

Wismo Basuki, Buang Supeno
Rp534 Miliar Sudah di Tangan, Tapi Masyarakat Menunggu: Pemprov Sumbar Didesak Percepat Rehabilitasi Pascabencana

Rp534 Miliar Sudah di Tangan, Tapi Masyarakat Menunggu: Pemprov Sumbar Didesak Percepat Rehabilitasi Pascabencana

Padang–Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengantongi tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp534 miliar dari pemerintah pusat untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Namun, di balik besarnya anggaran tersebut, pemerintah daerah diingatkan agar tidak terjebak pada lambannya realisasi yang kerap menghambat pemulihan di lapangan. Komitmen percepatan itu disampaikan

Riswan Idris, Buang Supeno
Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna: Penggerak Koperasi Sehat untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna: Penggerak Koperasi Sehat untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Depok –Spektroom: Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menegaskan komitmennya dalam mendorong koperasi menjadi pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan. Baginya, koperasi yang sehat, kuat, dan dikelola secara profesional merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam peringatan Hari Koperasi

Wismo Basuki, Buang Supeno