Cegah Generasi Stunting, BBPOM Semarang dan DPR Tekankan Makan Jangan Asal Kenyang

Cegah Generasi Stunting, BBPOM Semarang dan DPR Tekankan Makan Jangan Asal Kenyang
Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, saat memberikan edukasi kepada masyarakat di Rembang, Rabu (05/08/2026)(Foto: BBPOM/Sigit)

Rembang-Spektroom : Masyarakat diingatkan agar memperhatikan keamanan pangan serta kandungan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting dan mewujudkan Generasi Emas 2045. Memenuhi kebutuhan makan keluarga tidak cukup hanya membuat perut kenyang.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, saat memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pemenuhan gizi harus dimulai sejak remaja putri, ibu hamil, hingga anak pada 1.000 hari pertama kehidupan.

"Kami ingin anak-anak Indonesia tidak ada yang mengalami stunting. Remaja putri harus mengonsumsi makanan bergizi, kemudian saat menjadi ibu juga harus menjaga asupan agar produksi ASI lancar sehingga bayi dapat memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan," ujarnya.

Theresiana menjelaskan, setelah masa ASI eksklusif, orang tua perlu memberikan makanan pendamping yang bergizi agar tumbuh kembang balita berlangsung optimal.

Perhatian terhadap gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.

Selain kandungan gizi, ia menekankan pentingnya memilih pangan yang aman. Masyarakat diminta memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari cemaran biologis, fisik, maupun kimia agar terhindar dari risiko keracunan.

"Jangan asal kenyang, tetapi lihat isi piring kita. Harus seimbang, ada karbohidrat, protein, dan vitamin. Jadi bukan sekadar kenyang, tetapi juga bergizi dan aman," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto yang mengikuti kegiatan melalui Zoom mengingatkan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.

Ia menjelaskan, stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak sehingga berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Edy mengapresiasi penurunan angka stunting di Kabupaten Rembang yang dinilai terus membaik dibanding beberapa tahun lalu. Ia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan potensi pangan loka.

“Rembang kaya potensi sumberdaya seperti ikan, telur, sayuran, dan bahan pangan bergizi lainnya. Nah masyarakatnya harus mau mengonsumsi itu, agar tidak mengalami kekurangan gizi, “ tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga diarahkan bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki risiko melahirkan anak stunting.

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles